NUSANTARA TERKINI – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/26, berpeluang menempatkan wakilnya di putaran final Piala Dunia 2026.
Hal ini menyusul pemanggilan bek andalan Persib Bandung, Frans Putros, untuk membela Timnas Irak dalam laga krusial babak play-off.
Irak dijadwalkan menghadapi wakil Amerika Selatan, Bolivia, dalam laga play-off antar-konfederasi yang akan digelar di Meksiko, Rabu (1/4/26) besok.
Jika berhasil menang, Putros akan mengukir sejarah dengan membawa negaranya kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang selama 40 tahun.
Dukungan Penuh dari Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan dukungan moral yang besar bagi anak asuhnya tersebut. Menurut pelatih asal Kroasia itu, tampil di Piala Dunia adalah impian tertinggi bagi setiap pesepak bola profesional.
“Saya harap mereka lolos. Ini akan luar biasa untuk Putros. Semua orang ingin bermain di Piala Dunia, setiap pemain, jadi itu akan luar biasa,” ujar Hodak memberikan doa terbaik bagi beknya tersebut.
Kehadiran Putros di kancah dunia tentu akan mengangkat reputasi Persib Bandung sebagai klub penyumbang pemain berkualitas internasional.
Apalagi musim ini, Putros menjadi pilar penting yang membawa Maung Bandung kokoh di puncak klasemen sementara.
Pemain Serbabisa yang Siap Berkorban
Frans Putros dikenal sebagai pemain versatile atau serbabisa. Selama 20 laga bersama Persib musim ini, ia piawai bermain di berbagai posisi, mulai dari bek sayap kiri dan kanan, bek tengah, hingga gelandang bertahan. Kontribusinya pun cukup nyata dengan torehan satu gol dan dua assist.
Kemampuan adaptasi posisi ini yang menjadikannya senjata rahasia bagi pelatih Irak. Putros sendiri menegaskan kesiapannya untuk dimainkan di posisi mana pun demi mengamankan tiket ke Amerika, Kanada, dan Meksiko.
“Saya sudah terbiasa dengan hal ini hampir sepanjang karier saya untuk berpindah posisi. Di posisi mana pun pelatih memercayai saya, saya akan bermain maksimal,” tegas mantan pemain Port FC tersebut.
Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
Bagi masyarakat Irak, laga melawan Bolivia bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah harapan bagi sekitar 48 juta jiwa untuk melihat bendera mereka berkibar kembali di Piala Dunia sejak terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1986.
“Sejak kami mengetahui jadwal ini, kami sudah mempersiapkan diri sepenuhnya untuk pertandingan di Meksiko. Kami ingin memenangkan pertandingan tersebut untuk bisa pergi ke Piala Dunia,” pungkas Putros penuh optimisme.(*)





