Tak Lagi Sekadar Tambang, Hilirisasi Prabowo Kini Sasar Sawit Hingga Kelapa

diterbitkan: Kamis, 30 April 2026 12:27 WITA
Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat menekan tombol sirine saat peresmian groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Foto: Pemkab Cilacap)

NUSANTARA TERKINI – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah kebijakan hilirisasi Indonesia kini semakin meluas. Tidak hanya terpaku pada sektor pertambangan dan mineral, pemerintah secara resmi memperlebar jangkauan hilirisasi hingga ke sektor pertanian demi meningkatkan nilai tambah komoditas rakyat.

Hal tersebut ditegaskan Presiden saat meresmikan groundbreaking Hilirisasi Nasional Tahap II yang mencakup 13 proyek strategis di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/26). Proyek besar dengan total investasi mencapai Rp 116 triliun ini diproyeksikan menjadi tulang punggung kedaulatan ekonomi nasional.

Diversifikasi Hilirisasi ke Sektor Rakyat
Perluasan fokus ini terlihat dari pembagian 13 proyek strategis tersebut. Selain lima proyek di sektor energi seperti kilang gasoline dan pengolahan batu bara, serta lima proyek sektor mineral termasuk manufaktur baja nirkarat dan tembaga, pemerintah kini menyasar komoditas perkebunan.

Baca juga  Kecelakaan Maut Tol Cipularang KM 93, Dua Tewas dan Empat Luka Berat

Terdapat tiga proyek besar di sektor pertanian yang mencakup pengolahan kelapa sawit, pala, hingga kelapa. Langkah ini diambil agar petani lokal tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, melainkan hasil olahan yang memiliki harga jual jauh lebih tinggi di pasar global.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para undangan.

Langkah Berkelanjutan Menuju Kemakmuran
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa hilirisasi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan jalan tunggal menuju kemakmuran bangsa. Setelah peluncuran tahap kedua ini, pemerintah sudah mengantongi rencana untuk menambah enam proyek hilirisasi baru dalam waktu dekat.

Upaya masif ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Bagi Prabowo, kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara mandiri agar keuntungan maksimal tidak lari ke luar negeri.

Baca juga  80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Prabowo: Kalau Satu Tidak Ada Artinya

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” tegasnya (29/4/26).

Pesan Tegas Pengelolaan Sumber Daya

Di tengah ambisi besar tersebut, Presiden juga menyelipkan pesan keras kepada para pemegang konsesi dan teknokrat yang dipercaya mengelola kekayaan negara.

Ia mengingatkan agar keahlian yang mereka miliki digunakan sepenuhnya untuk membela kepentingan rakyat, bukan untuk menutupi praktik korupsi.

Kekayaan alam Indonesia harus benar-benar berada di tangan bangsa sendiri dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas hingga ke tingkat bawah.

“Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain,” kata Prabowo menutup pidatonya.

Daftar 13 Proyek Hilirisasi Tahap II (29 April 2026)

  1. Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap
  2. Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai
  3. Tangki operasional penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur
  4. Tangki operasional penyimpanan BBM di Biak, Papua
  5. Tangki operasional penyimpanan BBM di Maumere, NTT
  6. Pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan
  7. Manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali, Sulawesi Tengah
  8. Produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon, Banten
  9. Ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton di Buton, Sulawesi Tenggara
  10. Fasilitas hilirisasi tembaga dan emas di Gresik, Jawa Timur
  11. Pengolahan minyak sawit menjadi produk hilir oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara
  12. Fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah, Maluku
  13. Fasilitas terintegrasi berbasis kelapa untuk MCT, tepung, dan AC di Maluku Tengah, Maluku
Baca juga  Mau Kunjungi IKN? Ini Caranya

Bagikan:
Berita Terkait