Musim Bangai Hidupkan Ekonomi Warga, Potensi Perikanan Muara Beloan Kian Menjanjikan

diterbitkan: Rabu, 15 Juli 2026 11:17 WITA
Warga Kampung Muara Beloan mengolah ikah hasil tangkapan pada musim bangai. (Foto: Diskominfo Kubar)

NUSANTARA TERKINI – Musim panen ikan air tawar atau yang dikenal masyarakat sebagai bangai kembali menjadi berkah bagi warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Hal ini membawa limpahan hasil tangkapan yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan pendapatan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan.

Selama musim bangai, berbagai jenis ikan air tawar seperti biawan, lais, baung, patin dan toman dapat ditangkap dalam jumlah melimpah. Hasil tangkapan tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah di Kubar hingga ke daerah sekitar.

Tak hanya bermanfaat bagi nelayan, musim bangai juga berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lainnya, seperti pedagang ikan, penyedia jasa transportasi sungai dan darat, hingga pelaku usaha pengolahan ikan.

Baca juga  Kelas Menengah di Indonesia Bakal Turun Kelas jadi Miskin

Di sisi sosial, musim bangai menjadi momentum yang memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Masyarakat saling membantu dalam proses penangkapan, pengangkutan, hingga pemasaran hasil tangkapan.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Muara Beloan. Hal ini menunjukkan potensi perikanan Muara Beloan kian menjanjikan.

Petinggi Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono saat ditemui pada Rabu (15/07/2026) mengungkapkan bahwa potensi perikanan yang dimiliki wilayahnya merupakan aset besar yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Musim bangai menjadi bukti bahwa Muara Beloan memiliki sumber daya perikanan yang sangat melimpah. Potensi ini bukan hanya memberikan penghasilan bagi para nelayan, tapi banyak sektor usaha yang ikut tumbuh ketika musim panen ikan berlangsung,” ujar Rudy.

Baca juga  HUT ke-13 Kaltara, Gubernur Zainal Tegaskan Komitmen Dorong Konektivitas dan Ekonomi Perbatasan

Menurut Rudy, pemerintah kampung berkomitmen menjaga kelestarian sumber daya perikanan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.

“Kami ingin Muara Beloan tidak hanya dikenal karena musim bangainya, tapi juga menjadi sentra perikanan air tawar yang mampu menopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dengan pengelolaan yang baik, potensi ini tentu dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Ia pun berharap dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pemasaran, hingga pembinaan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan terus diperkuat.

Baca juga  Rute Samarinda-Melak Resmi Dibuka, Kubar Siap Tumbuh

Ini dinilai penting agar potensi perikanan Kampung Muara Beloan dapat berkembang menjadi sektor unggulan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kubar.

Selain itu, salah seorang warga Muara Beloan, Debi mengatakan, musim bangai merupakan momen yang selalu dinantikan masyarakat. Menurutnya, musim panen ikan tersebut umumnya berlangsung sekitar setengah bulan, tergantung kondisi cuaca dan tinggi rendahnya debit air.

“Kalau musim bangai biasanya sekitar setengah bulan. Selama musim itu hasil tangkapan ikan cukup melimpah, sehingga banyak warga turun mencari ikan. Hasilnya bisa dijual ke pengepul maupun langsung ke pasar,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait