Wisata Maratua Tak Hanya Jual Pesona, tapi Juga Jadi Potensi PAD

diterbitkan: Rabu, 14 Oktober 2026 03:56 WITA
Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie.

NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Berau dikenal sebagai salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Timur yang kaya akan potensi wisata, salah satunya Pulau Maratua.

Tentunya keberadaan wisata Maratua ini tidak hanya sebatas menjual pesonanya agar diminati wisatawan, tapi harus ada efek ganda yang bisa dirasakan.

Pada kawasan wisata ini tentu ada restoran, hotel serta kafe (horeka). Potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi atau menjadi penopang bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga  Kalah Dengan Speedboat, Rute Wings Air ke Maratua Cuma Bertahan 4 Kali Penerbangan Lalu Tutup

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah mengatakan, sejumlah akomodasi di wisata Maratua ini sudah dikelola secara profesional.

“Dengan begitu maka pengawasan dan pengelolaan pajak di kawasan ini akan lebih mudah dilakukan,” kata Djupiansyah.

Dalam hal ini, pemerintah daerah dapat menerapkan sistem pemantauan transaksi agar para wajib pajak dapat semakin patuh. Tentu sistem ini patut dipertimbangkan untuk diterapkan untuk mendukung optimalisasi penerimaan.

“Pengelola di wisata Maratua itu sudah menggunakan manajemen, sehingga ini akan lebih mudah,” katanya.

Baca juga  Bosan dengan Keramaian? Cek Daftar Wisata Hidden Gem di Berau Rekomendasi Disbudpar untuk Libur Lebaran

Aktivitas usaha yang tumbuh seiring perkembangan pariwisata dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD apabila didukung pengawasan dan kepatuhan wajib pajak.

Karena itu, optimalisasi pajak sektor horeka tidak sekadar berkaitan dengan peningkatan penerimaan, tapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Penerimaan yang lebih maksimal diharapkan dapat memperluas ruang pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga  Perkuat Akses Transportasi, Bupati Sri Usulkan Bus Sekolah hingga Trans Berau ke Kemenhub

Djupiansyah berharap pengelolaan pajak yang tertib dapat berjalan beriringan dengan perkembangan usaha pariwisata di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

Dengan begitu, pertumbuhan sektor wisata tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat setempat, tapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Kita akan optimalkan pemanfaatan sejumlah potensi untuk mendongkrak PAD ke depannya, termasuk salah satunya dari sektor wisata seperti Maratua,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait