Marak Pembukaan Lahan, DPRD Berau Ingatkan Proses Harus Dilakukan Sesuai Aturan

diterbitkan: Selasa, 4 November 2025 01:28 WITA
Kebakaran lahan yang menghanguskan 68 hektar hutan di Berau pada 2023 lalu (Dok: RRI)

BERAU – DPRD Berau menyotori maraknya pembukaan lahan yang dilakukan beberapa waktu ini. Pasalnya, tak jarang aktivitas pembukaan lahan dilakukan dengan tidak menaati aturan yang berlaku.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Sri Kumalasari menjelaskan, praktik pembukaan lahan mesti mengikuti aturan yang berlaku. Seperti membukan lahan dengan cara membakar lahan secara sembarangan sudah melanggar aturan yang ada.

Baca juga  Pembayaran Gaji Honorer Tertunda, DPRD Berau Angkat Bicara

“Memang perlu diakui, metode membakar lahan lebih praktis dan ekonomis bagi petani, tetap ada risiko besar yang tidak dikendalikan dengan baik,” terangnya.

Dia menyebut, peraturan daerah yang berlaku tentang pembukaan lahan dengan cara membakar hutan untuk kegiatan usaha sudah sering disosialisasikan. Namun memang, tidak semua warga mau memahami dan menaati aturan tersebut.

“Ini bukan aturan baru. Larangan membakar hutan sebenarnya sudah ada sejak lama. Membakar diperbolehkan, tetapi harus dijaga agar tidak meluas dan menyebabkan kebakaran hutan yang lebih besar,” ujarnya.

Baca juga  Cegah Tindakan Illegal Fishing, DPRD Berau Dorong Pemkab Libatkan Nelayan Sekitar

Selain itu dia menyebut, musim penghujan yang sedang dihadapi kabupaten Berau, semestinya tidak menjadi kesempatan untuk membakar hutan. Karena situasi tersebut tak menurunkan risiko kebakaran lahan.

“Masyarakat harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan, termasuk menjaga jarak aman dan memastikan api tidak menyebar ke area lain,” ungkapnya.

Ia berharap ke depannya masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dalam proses pembukaan lahan.

Baca juga  Anggaran Besar untuk LPJU, DPRD Berau Minta Pemkab Juga Rutin Melakukan Perawatan

“Imbauan sudah sering diberikan, dan harapannya masyarakat benar-benar menjaga agar api tidak menyebar ke mana-mana. Ada batasan yang harus dipatuhi,” tutupnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait