Batik Panaan Berbahan Katun Alam, Inovasi Kerajinan Lokal Tampil di Berau Expo 2026

diterbitkan: Kamis, 22 Oktober 2026 01:44 WITA
Kamin batik yang merupakan salah satu kerajinan lokal dari Kelay tampil di Berau Expo 2026. (Foto: Dok Pusaranmedia)

NUSANTARA TERKINI – Inovasi kerajinan batik terus dikembangkan masyarakat Kabupaten Berau untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha berbasis kreativitas kampung.

Salah satunya melalui Batik ZKS karya Erni Ocnawati dari Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, yang memanfaatkan kain katun alam dengan teknik pengolahan menggunakan pupuk urea.

Kerajinan lokal dengan teknik berbeda dari proses membatik pada umumnya ini menjadi salah satu produk yang diperkenalkan dalam Berau Expo 2026.

Tak hanya menjadi ajang promosi, kehadiran Batik ZKS juga mencerminkan upaya pengembangan keterampilan masyarakat melalui pembinaan yang telah menjangkau sejumlah kampung di Berau.

Baca juga  Bidik Pasar Dunia, Batik dan Kriya Unggulan Berau Dipamerkan di INACRAFT 2026

Camat Kelay, Saleh mengatakan, Pemerintah Kecamatan Kelay terus mendukung kreativitas masyarakat, termasuk pengembangan kerajinan dari Kampung Panaan ini.

“Inovasi batik dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi kampung sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat,” kata Saleh.

Menurutnya, sejumlah kerajinan yang dihasilkan masyarakat ini sangat berpotensi untuk terus dikembangkan agar produk lokal Kelay dapat semakin dikenal hingga ke luar Kabupaten Berau.

Baca juga  Derawan Promosikan Produk Olahan Laut Unggulan di Berau Expo 2026

Adapun, Batik ZKS menjadi salah satu upaya Kampung Panaan dalam mengembangkan kerajinan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pembinaan teknik pengolahan batik menggunakan pupuk urea telah berjalan dua tahun, sementara pengembangan Batik ZKS memasuki tahun ketiga.

Erni Ocnawati menyebutkan, teknik tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat mampu memproduksi batik secara mandiri.

“Limbah proses pembuatannya tidak menyebabkan tanaman mati jika terkena,” sebutnya.

Baca juga  Komitmen Serius Pemkab Berau dalam Menyandang Status Destinasi Wisata Internasional

Pembinaan kini meluas ke sejumlah kampung, seperti Merapun, Muara Lesan, Sido Bangen, hingga Talisayan. Melalui pendampingan ini, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan batik berciri khas daerah masing-masing.

Dukungan pemerintah kecamatan diharapkan dapat mendorong inovasi tersebut semakin dikenal, sekaligus memperkuat potensi kerajinan lokal sebagai peluang ekonomi masyarakat.

Kehadiran Batik ZKS di Berau Expo 2026 sekaligus menjadi sarana promosi untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi kerajinan lokal. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait