Pimpin Paripurna Hari Jadi Berau, Sri Juniarsih Ajak Perkuat Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan

diterbitkan: Senin, 14 September 2026 03:45 WITA
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (14/9/2026). (Prokopim)
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (14/9/2026). (Prokopim)

NUSANTARA TERKINI — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Wakil Bupati, Gamalis, menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (14/9/2026).

Sri Juniarsih menyampaikan, peringatan hari jadi menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera.

Bupati menyoroti tantangan kemarau panjang yang sempat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, titik panas di Berau sempat mencapai 779 titik sebelum turun menjadi 50 titik berdasarkan data BMKG Kaltim per 9 September 2026. 

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penguat Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Penanganan intensif terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Berau, BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga pihak swasta. 

Sri Juniarsih mengimbau masyarakat agar menghindari pembakaran lahan, menjaga kesehatan dengan memakai masker, serta aktif melapor jika menemukan titik api.

Memasuki usia ke-73, arah pembangunan daerah terus diselaraskan dengan visi 2025–2030 yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pemerataan infrastruktur, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga pengembangan pariwisata dan UMKM.

Sektor ekonomi daerah menunjukkan performa gemilang. Realisasi investasi Berau pada tahun 2025 sukses menembus angka Rp8,76 triliun atau mencapai 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun, menempatkan Berau di peringkat pertama se-Kalimantan Timur. 

Baca juga  Kekurangan Ruang, Suriansyah Usul Kantor DPRD Berau agar Direhabilitasi

Sementara itu, realisasi investasi hingga triwulan I dan II 2026 telah mencatatkan angka Rp3,6 triliun dari target Rp8 triliun.

Potensi lokal seperti komoditas kakao juga berhasil menembus pasar internasional. 

Di sektor ketahanan pangan, luas tanam padi hingga Agustus 2026 telah mencapai 2.711,2 hektare dengan produksi 7.862,48 ton, produksi jagung mencapai 3.851 ton, serta sektor perikanan yang menghasilkan sekitar 35.000 ton per tahun. 

Pemerintah daerah turut mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan Batik Derawan Maratua serta pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah pedalaman dan pesisir.

Baca juga  DPRD Harap Bencana Daerah Bisa Teratasi dengan Optimal Jika BPBD dan Unitb Damkar Resmi Berpisah

Rangkaian sidang paripurna ini juga diwarnai prosesi sakral pemotongan Puncak Rasul oleh Bupati Berau, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto. 

Potongan tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung, para mantan bupati, unsur Forkopimda, serta anggota legislatif sebagai simbol penghormatan kepada para pendahulu dan pelestarian warisan budaya daerah.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan, meningkatkan kinerja, serta memperkuat gotong royong demi kemajuan Bumi Batiwakkal.

“Marilah kita tingkatkan kualitas kinerja dan prestasi, mengedepankan empati dan kepedulian, serta partisipasi masyarakat dalam setiap kebijakan yang kita laksanakan,” ujar Sri Juniarsih. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait