NUSANTARA TERKINI — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menerima audiensi Aliansi Masyarakat Berau (AMB) yang menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan secara langsung kepada pemerintah.
“Kami ada di sini untuk mendengar. Setiap persoalan yang Bapak/Ibu sampaikan akan kami catat, kami pelajari, dan kami cari jalan penyelesaiannya, tentunya tetap berpegang pada aturan namun tidak mengesampingkan keadilan dan kepedulian,” tegas Sri Juniarsih di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Kabupaten Berau, Selasa (15/9/2026).
Berbagai isu strategis, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), tarif air bersih, hingga persoalan agraria, disampaikan secara terbuka dan direspons satu per satu oleh pemerintah daerah.
Terkait pasokan BBM, Sri Juniarsih menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi intensif terus diperkuat dengan BPH Migas dan Pertamina guna menjamin kebutuhan warga, termasuk penyesuaian kuota berdasarkan data kendaraan darat maupun perairan.
Pengawasan ketat terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga akan dilakukan agar masyarakat tidak terbebani harga yang tidak wajar.
Mengenai tarif air bersih Perumda Air Minum Batiwakkal, Sri Juniarsih menjelaskan secara transparan bahwa tarif saat ini tergolong rendah dan belum mengalami penyesuaian selama lebih dari tiga tahun.
Meski penyesuaian diperlukan demi menjaga keberlanjutan layanan, kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dan berkeadilan.
“Kami mulai dari kalangan usaha dan niaga terlebih dahulu. Untuk rumah tangga akan dibagi kategori. Bagi yang belum mampu, akan kami usahakan subsidi silang tidak boleh membebani warga yang kurang beruntung,” ujarnya.
Sementara itu, terkait persoalan agraria, pemerintah daerah menyambut baik dan mengajak warga untuk menyerahkan data serta fakta secara langsung agar dapat diverifikasi dan dicarikan solusi terbaik yang adil bagi semua pihak.
Sri Juniarsih juga menekankan, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat harus terus terjaga demi memastikan setiap kebijakan lahir dari kebersamaan dan kepercayaan.
“Berau ini milik kita semua. Membangunnya pun harus berjalan bersama,” pungkasnya. (*/Adv)





