NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyeriusi rencana pembangunan sirkuit balap motor yang telah lama dinantikan komunitas otomotif. Proyek yang menjadi salah satu program unggulan bupati ini kini memasuki tahapan krusial berupa studi kelayakan atau feasibility study.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Berau Amiruddin menjelaskan bahwa kajian awal ini sangat menentukan sebelum pemerintah menetapkan lokasi final. Hasil studi tersebut akan membedah apakah lahan yang diusulkan benar-benar mendukung aspek teknis pembangunan sirkuit.
Hingga saat ini terdapat dua opsi lokasi yang tengah dipertimbangkan secara serius oleh tim pengkaji. Salah satu titik yang paling mengemuka berada di kawasan Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur.
Lahan di Samburakat merupakan tanah hibah seluas 12 hektare yang statusnya sudah tercatat sebagai aset pemerintah daerah. Saat ini proses sertifikasi lahan tersebut sedang ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional melalui koordinasi dengan BPKAD.
“Saat ini masih fokus pada studi kelayakan. Dari situ akan terlihat apakah lahan yang diusulkan benar-benar mendukung untuk pembangunan sirkuit,” ujar Amiruddin.
Opsi Alternatif dan Perbandingan Lahan
Selain kawasan Samburakat muncul pula usulan lokasi alternatif yang rencana pengajuannya datang langsung dari bupati. Namun lokasi kedua ini belum ditentukan secara pasti dan masih menunggu detail usulan untuk ikut dikaji.
Amiruddin menyebut pihaknya belum bisa membeberkan koordinat lokasi alternatif tersebut karena belum ada kejelasan titik. Nantinya hasil studi dari kedua lokasi akan dibandingkan untuk mencari lahan yang paling fleksibel dan layak dikembangkan secara jangka panjang.
Dispora Berau hanya bertindak sebagai pemberi rekomendasi teknis berdasarkan data objektif di lapangan. Keputusan akhir mengenai pemilihan lokasi tetap berada sepenuhnya di tangan bupati sebagai kepala daerah.
Sebenarnya kebutuhan lahan untuk sirkuit motor tidak memerlukan area yang terlampau luas untuk ukuran kabupaten. Sebagai gambaran sirkuit di Kabupaten Paser hanya berdiri di atas lahan sekitar 4 hektare.
“Bupati memang menyampaikan ada rencana pengajuan lokasi lain. Kalau itu jadi diusulkan, tentu akan kami kaji. Tapi sampai sekarang, lokasinya belum jelas,” jelasnya.
Penggunaan Konsultan Independen
Mengenai urusan pendanaan pemerintah daerah baru mengalokasikan anggaran untuk penyusunan studi kelayakan saja. Pihak Dispora menegaskan belum ada anggaran yang disiapkan untuk pengerjaan fisik bangunan pada tahun ini.
Pemerintah sengaja melibatkan konsultan independen dalam proses ini agar hasil kajian bersifat objektif. Hal ini dilakukan guna menghindari kesan bahwa penentuan lokasi sirkuit telah diarahkan ke pihak tertentu sebelumnya.
Setelah lokasi final diputuskan barulah pemerintah akan menyusun rincian kebutuhan anggaran serta jadwal pengerjaan fisik. Meski masih tahap perencanaan pembangunan sirkuit ini dipastikan tetap masuk dalam visi dan misi besar kepala daerah.
“Kalau lokasinya sudah ditentukan, baru kita bisa bicara soal anggaran dan waktu pelaksanaannya,” pungkasnya.





