NUSANTARA TERKINI – Aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (malut) meningkat.
Gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak. Semburan abu vulkanik berwarna kelabu tebal yang condong ke arah barat laut.
Aktivitas ini terekam melalui seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi sekitar 95 detik.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Bambang Sugiono mengatakan, dalam tujuh bulan terakhir aktivitas gunung sempat menurun.
Namun, sejak Maret 2026 terjadi peningkatan aktivitas yang ditandai dengan gempa-gempa vulkanik.
“Kurang lebih tujuh bulan menunjukkan penurunan aktivitas, terutama pada gempa letusan,” ujar Bambang sebagaimana yang dikutip dari Beritasatu.com, jaringan medis ini, Sabtu (4/4/2026).
Saat ini, Gunung Dukono berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati kawah dalam radius 4 kilometer.
Adapun, letusan Gunung Dukono terjadi secara periodik dengan arah sebaran abu mengikuti kondisi angin. Hal ini membuat wilayah terdampak abu vulkanik dapat berubah-ubah.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat di sekitar gunung diimbau selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.
“Gunakan masker saat diperlukan untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” imbuhnya. (**)





