25 Tahun Tanpa Renovasi, SDN di Lampung Masih Berdinding Lapuk dan Atap Bocor

diterbitkan: Jumat, 1 Mei 2026 09:29 WITA
Kondisi SDN 1 Tanjung Raja di Tanggamus pada Kamis (30/4/2026). (Beritasatu.com/Triyono/NT)

NUSANTARA TERKINI – Kondisi memprihatinkan pada bangunan SDN 1 Desa Tanjung Raja di Kabupaten Tanggamus, Lampung menunjukkan salah satu potret suram dunia pendidikan di Indonesia.

Fasilitas pendidikan dasar tersebut masih bertahan dan beroperasi dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan meski telah berdiri sekitar 25 tahun. Dengan kondisi dinding bangunan yang sudah lapuk dan atap bocor, sekolah ini jauh dari kata layak.

Setiap hujan turun, air kerap masuk ke dalam ruang kelas dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Namun, setiap pagi belasan siswa tetap datang ke sekolah dengan semangat untuk mencapai cita-cita untuk masa depan mereka.

Baca juga  Brigjen TNI Dwi Endrosasongko Pimpin Exit Meeting Audit Itjen TNI di Kodam XIV Hasanuddin

Perhatian terhadap kondisi ini datang dari sejumlah penggiat sosial yang meninjau langsung lokasi. Selain menyatakan komitmen untuk membantu pembangunan sekolah itu bersama masyarakat, juga ada disalurkan bantuan buku tulis dan kebutuhan lainnya.

Apriana, guru di SDN 1 Desa Tanjung Raja mengungkapkan, selama 18 tahun mengajar, belum pernah ada bantuan pembangunan dari pemerintah.

Baca juga  Bertandang ke Jepang, Prabowo Bawa Isu Kerja Sama Perdagangan hingga Teknologi

“Kami berharap sekolah ini dapat dibangun permanen karena sudah puluhan tahun kondisinya tidak layak,” tutur Apriana sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, jaringan media ini, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut sangat vital karena sekolah lainnya berjarak cukup jauh dari desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi menyampaikan, pihaknya belum dapat melakukan renovasi karena kendala status lahan.

Baca juga  Resmi Beroperasi, Segini Harga Tiket dan Jadwal Speedboat Rute Tarakan-Berau

“Status tanah sekolah belum berstatus hibah,” kata Viktor.

Namun, kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi dan segera dikoordinasikan lebih lanjut.

Di tengah kondisi bangunan yang rapuh, sekolah ini tetap berdiri. Bukan karena kekuatan fisik bangunan, tapi semangat guru dan siswa yang terus bertahan demi pendidikan. (*/Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait