Hilal Belum Penuhi Syarat MABIMS, BMKG Perkirakan Lebaran Jatuh pada 21 Maret

diterbitkan: Rabu, 11 Maret 2026 11:11 WITA

NUSANTARA TERKINI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan terbaru terkait penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.

Berdasarkan hasil perhitungan astronomi atau hisab, BMKG memprediksi Hari Raya Idulfitri tahun ini kemungkinan besar akan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi tersebut muncul lantaran posisi hilal saat matahari terbenam pada Kamis, 19 Maret 2026, diperkirakan belum memenuhi syarat visibilitas untuk dapat diamati.

Kriteria visibilitas ini mengacu pada standar ketat yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Baca juga  Pegawai Otorita Mulai Berkantor di IKN Sejak Senin 3 Maret

Dalam aturan terbaru MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi syarat terlihat atau imkanur rukyat apabila memiliki ketinggian minimal tiga derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, data perhitungan BMKG menunjukkan bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal tersebut baru mencapai kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat.

Sementara itu, jarak sudut antara bulan dan matahari atau elongasi diperkirakan hanya berada pada rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat saja.

Baca juga  Hari Pertama Lebaran, Wagub Kaltim Open House Bareng Warga dan Forkopimda

Karena posisi hilal dan nilai elongasi masih jauh di bawah standar minimal MABIMS, peluang terlihatnya bulan baru pada pengamatan 19 Maret sangatlah kecil.

“Periode sinodis bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang adalah 29 hari 13 jam 22 menit,” tulis BMKG dalam laporan resminya terkait umur bulan.

Konsekuensi logis dari kondisi astronomis ini adalah bulan Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar harus digenapkan usianya menjadi 30 hari.

Baca juga  Aktifkan Satgas RAFI, Pertamina Komitmen Layanan Energi Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H di Kaltim Terpenuhi

Dengan digenapkannya bulan puasa, otomatis perayaan 1 Syawal 1447 H akan bergeser ke hari berikutnya, yakni Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski BMKG telah mengeluarkan prediksi ilmiahnya sebagai referensi awal, keputusan resmi terkait penetapan Idulfitri di Indonesia tetap berada di tangan pemerintah.

Kementerian Agama nantinya akan menggelar sidang isbat dengan menggabungkan hasil hisab ini dan pantauan langsung atau rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di penjuru Tanah Air.

Bagikan:
Berita Terkait