NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau mengumumkan keberhasilan penurunan emisi karbon di wilayah Bumi Batiwakkal. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan kerja kolektif yang digagas melalui pendekatan kolaboratif selama beberapa waktu.
Sri Juniarsih menegaskan, kolaborasi hijau atau green collaboration menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. “Keberhasilan program ini adalah kunci pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial,” tuturnya.
Dia menerangkan, bahwa pendekatan kolaboratif selama ini terus dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi non-pemerintah. Skema kerja sama mencakup pendampingan lembaga swadaya masyarakat, optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta pengembangan kemitraan usaha berbasis lingkungan.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, atas keberhasilan tersebut beberapa kampung di Berau mendapatkan insentif sebesar Rp300-an juta melalui skema pendanaan yang difasilitasi Bank Dunia.
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran dana karbon dimulai dari Bank Dunia ke Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), kemudian diteruskan ke pemerintah daerah hingga ke kampung penerima manfaat. Besaran dana yang diterima bervariasi, berkisar antara Rp300 juta hingga Rp394 juta per kampung, tergantung luasan wilayah dan capaian kinerja perlindungan hutan.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa dana karbon tidak hanya dipandang sebagai insentif lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam berkelanjutan. Pemerintah kampung pun didorong untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat. (adv)





