Kembangkan UPR, Pemkab Berau Dorong Masyarakat Produksi Benih Ikan Secara Mandiri

diterbitkan: Jumat, 31 Juli 2026 10:48 WITA
Salah satu kolam terpal yang digunakan masyarakat di Berau untuk membudidaya ikan. (Foto: NT)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) tengah mengembangkan Unit Pembenihan Rakyat (UPR).

Saat ini, UPR untuk ikan air tawar tersebut masih difokuskan pada empat kecamatan di Kabupaten Berau, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Adapun jenis-jenisnya meliputi ikan nila, ikan mas serta ikan lele.

Langkah tersebut dilakukan Pemkab Berau untuk mendorong masyarakat memproduksi benih ikan secara mandiri. Jadi, tidak setop atau berhenti hanya sampai menjadi pembudidaya.

Baca juga  Pemkab Berau Terus Promosikan Potensi Pariwisata hingga ke Tingkat Global

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, kehadiran UPR ini diharapkan menjadi bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan benih ikan bagi pembudidaya ikan air tawar di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

“Ini sangat strategis untuk membangun ekosistem budidaya ikan air tawar di Berau,” kata Yunda.

Tak hanya sampai di pembenihan, masyarakat juga dibekali pengetahuan dan diberi pendampingan agar bisa melakukan pengembangan usaha pembenihan secara berkelanjutan.

Baca juga  Berau Kebal Aturan HKPD, Belanja Pegawai Masih Terkendali

Ia mengatakan, pengetahuan yang baik dari masyarakat diyakini akan berdampak baik terhadap keberlangsungan dari usahanya. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberikan dukungannya, Diskan memberikan bantuan benih kepada masyarakat.

“Benih ini bersumber dari Balai Benih Ikan (BBI). Kita akan dampingi pada prosesnya untuk memastikan proses pembenihan yang dilakukan sesuai standar yang ada,” tuturnya.

Lahan Terbatas? Bisa Gunakan Kolam Alternatif

Jika lahan yang dimiliki terbatas, Diskan Berau juga memperkenalkan kolam alternatif terbuat dari terpal yang dapat digunakan oleh pembudidaya.

Baca juga  Target Investasi Rp5 Triliun Hingga Akhir 2025, Pariwisata dan Perkebunan Masih jadi Andalan

Kolam terpal ini dinilai lebih efisien dan tentunya praktis untuk digunakan. Sehingga yang berskala kecil, seperti di kalangan rumah tangga juga bisa melakukan budidaya menggunakan kolam alternatif ini.

“Harapan kita, kebutuhan ikan di Berau ke depannya dapat dipenuhi oleh masyarakat atau pembudidaya lokal, tanpa tergantung dengan daerah lain. Jika jalan, ini juga bisa memperkuat rantai ekonomi daerah, khususnya di sektor perikanan,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait