Festival Bekudung Betiung Tumbit Dayak Didorong Masuk Kalender Event Pariwisata Nasional

diterbitkan: Jumat, 26 Juni 2026 09:18 WITA
Pelaksanaan Festival Bekudung Betiung 2026 di Kampung Tumbit Dayak, Sambaliung.(IST)

NUSANTARA TERKINI – Festival Adat Bekudung Betiung secara rutin digelar setiap tahun di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Hal ini dinilai memiliki peluang besar untuk didorong masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN), kalender event pariwisata nasional yang dikurasi oleh Kementerian Pariwisata RI.

Penilaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi penyelenggaraan festival yang telah berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun.

Baca juga  Memberdayakan Ibu Rumah Tangga Lewat Sektor Ekonomi Kreatif, Lebih Mandiri dan Produktif

Salah satu persyaratan utama agar sebuah agenda daerah dapat masuk ke dalam KEN adalah pelaksanaannya harus dilakukan secara konsisten sedikitnya selama tiga tahun berturut-turut.

Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, Festival Bekudung Betiung ini telah memenuhi kriteria dan layak masuk kalender nasional pariwisata.

“Agenda ini selalu sukses digelar di lokasi yang sama dengan waktu pelaksanaan yang relatif tetap setiap tahunnya. Event ini konsisten kita gelar,” kata Wabup Gamalis di pembukaan Bekudung Betiung.

Baca juga  Kelas Menengah di Indonesia Bakal Turun Kelas jadi Miskin

Tak hanya pertunjukan adat, tapi lewat event ini banyak pelaku budaya, komunitas adat, hingga pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang dilibatkan.

Untuk melancarkan proses event ini masuk ke KEN, Wabup Gamalis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaksimalkan promosi daring via jagat maya atau digital.

Menyikapi hal itu, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa secara tegas mengatakan akan bergerak cepat menyikapi apa yang menjadi arahan.

Baca juga  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Kaltara Pimpin Tanam Raya Jagung Serentak di Bulungan

Untuk tahap awal, data konkret pasca acara akan segera dikumpul dari laporan resmi pihak panitia kampung. Termasuk pendataan angka kunjungan tamu, hingga estimasi perputaran uang selama acara.

“Pasca even ini kami akan lakukan pertemuan lagi dengan penyelenggara untuk mengumpul data-data yang dibutuhkan,” tuturnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait