Pemkab Berau Dorong Gula Merah Dumaring Jadi Oleh-Oleh Khas Kampung

diterbitkan: Rabu, 2 September 2026 10:18 WITA
DPMK Berau
Kepala DPMK Berau Tenteram Rahayu. (Foto: NT)

NUSANTARA TERKINI – Berau merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki ragam potensi, tak terkecuali potensi produk olahan.

Salah satunya di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. Produk olahan gula merah yang dilakukan secara tradisional saat ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu produk unggulan kampung.

Saat ini potensi yang memiliki nilai ekonomi tersebut tengah didorong oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menjadi oleh-oleh khas kampung Dumaring.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, pengembangan produk lokal ini tentu dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca juga  Pemkab Berau Minta Perbankan Mudahkan Akses Permodalan untuk Pelaku UMKM

“Kualitas, kemasan hingga pemasaran harus dikembangkan. Gula merah ini merupakan potensi yang baik untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat,” kata Tenteram.

Oleh karena itu, pemerintah kampung harus mendukung dan memberikan ruang terhadap peningkatan dan penguatan daya saing dari produk tersebut agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kualitas bahan baku dan kebersihan proses produksi,” tuturnya.

Penguatan Kemasan dan Produksi

Tenteram juga mengingatkan soal pentingnya penguatan kemasan dan promosi dari produk gula merah tradisional yang dihasilkan Dumaring ini.

Baca juga  Pemkab Berau Cetak Pelaku Usaha Baru lewat Pelatihan Menjahit

“Ini penting agar produk khas Dumaring tersebut semakin dikenal, baik di dalam maupun luar daerah,” kata Tenteram.

Sementara itu, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin mengatakan, pengolahan gula merah Dumaring sejauh ini dilakukan secara tradisional menggunakan potensi yang tersedia di kampung.

“Kita harapkan keberadaan produk ini mendapat dukungan dari masyarakat. Kami ingin gula merah Dumaring ini bisa dikenal lebih luas hingga ke luar daerah,” harapnya.

Olahan Nira Pohon Aren

Gula merah Dumaring sendiri diproduksi secara tradisional dari nira atau cairan manis dari tandan bunga jantan pohon aren dengan tetap mempertahankan cita rasa khas yang sudah dijaga sejak dulu.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong UMKM Lokal Tingkatkan Kualitas dan Perluas Pasar

Proses pengolahannya pun dilakukan tanpa ada tambahan bahan pengawet maupun pewarna, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki rasa kuat, tapi juga menjadi representasi produk pangan lokal Kampung Dumaring.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat yang mampir ataupun melintas di Kampung Dumaring untuk menjadikan gula merah tersebut sebagai salah satu oleh-oleh untuk dibawa pulang. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait