NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus melakukan berbagai upaya untuk menekan sekaligus mempercepat penurunan stunting di wilayah Kubar.
Salah satunya dengan menghadirkan program GEMILANG (Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang) yang diluncurkan di Sendawar, Senin (13/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kubar H. Nanang Adriani, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinkes Kubar, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, tenaga kesehatan, kader Posyandu, para camat, serta petinggi kampung.
Dalam sambutannya, Wabup Nanang menegaskan bahwa program GEMILANG merupakan wujud nyata sinergi antara Pemkab Kubar, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tapi juga berdampak terhadap perkembangan kecerdasan, produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Berdasarkan data Pemkab Kubar, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada angka 27,6 persen. Hingga Desember 2025 tercatat 804 balita terindikasi stunting dari 6.537 balita yang telah diukur. Kasus ini tersebar di 194 kampung pada 16 kecamatan. Artinya, belum ada satu pun kampung di Kubar yang bebas dari stunting.
“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang telah menghadirkan program GEMILANG sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kualitas SDM di Kutai Barat,” ujar Wabup Nanang.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan komitmen seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan, memastikan setiap sasaran memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, menjadikan program GEMILANG sebagai model kolaborasi yang dapat diperluas ke seluruh kecamatan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil, balita, pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinkes Kubar, dr. Nyoman Mahardika menambahkan bahwa penanganan stunting masih menjadi salah satu program prioritas nasional karena berdampak langsung terhadap kualitas SDM di masa depan.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting secara nasional masih berada pada angka 27,6 persen. Sementara pemerintah menargetkan penurunannya hingga 14 persen.
Menurut dr. Nyoman, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan butuh proses yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku masyarakat, edukasi, serta dukungan berbagai pihak.
“Gerakan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kemitraan yang kuat. Pencegahan juga harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bukan hanya ketika bayi telah lahir,” tuturnya.
“Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi tantangan terbesar sehingga edukasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” sambungnya.
Ia menjelaskan, melalui program GEMILANG akan dilaksanakan berbagai intervensi, di antaranya edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan kualitas layanan Posyandu, serta penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Pada tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan sasaran 10 Posyandu, yaitu Posyandu Dewi Sartika Kampung Sebelang, Posyandu Anggrek Hitam, Posyandu Harapan Ibu Kampung Teluk Tempudau, Posyandu Sarana Jaya Kampung Tanjung Pagar, Posyandu Tepian Ulaq, Posyandu Pinang Sendawar Kampung Muara Bunyut, Posyandu Mawar Mekar Kampung Empakuq, Posyandu Sehat Bersama Kelurahan Melak Ilir, Posyandu Cempaka, serta Posyandu Aisyiyah di Kelurahan Melak Ulu.
Di tempat yang sama, perwakilan Yayasan doctorSHARE, Dedi Saputra menjelaskan bahwa program GEMILANG merupakan hasil kolaborasi antara doctorSHARE dan Bayan Resources melalui program Bayan Peduli sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kubar.
Program ini akan dilaksanakan selama dua tahun, mulai 2026 hingga Mei 2028. Kegiatannya meliputi pendampingan dan penguatan kapasitas Posyandu, pelaksanaan kelas ibu hamil, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu, skrining ibu hamil melalui layanan mobile USG, dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, monitoring berbasis masyarakat, hingga pelayanan Rumah Sakit Kapal yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kubar.
Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kampung, sektor swasta dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami berharap praktik-praktik baik yang dibangun melalui program GEMILANG dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Dedi.
Di akhir kegiatan, Wabup Nanang secara resmi meluncurkan program GEMILANG sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kubar. Ia berharap program ini mampu memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh mitra pembangunan dalam mewujudkan generasi Kubar yang sehat, cerdas, berkualitas dan bebas stunting. (Adv/Diskominfo Kubar)






