NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau mengumumkan strategi baru untuk mencegah dan menekan angka stunting di wilayahnya. Selain dengan mengoptimalkan program pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, perbaikan kualitas lingkungan kini menjadi senjata baru untuk pencegahan stunting.
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengatakan lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pengelolaan sampah yang tidak optimal berpotensi memicu pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, hingga berdampak pada kondisi kesehatan balita.
“Jadi kita saat ini akan semakin fokus dalam pengolahan sampah dan upaya perbaikan lingkungan. Selain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kita, juga untuk mencegah stunting pada generasi penerus kita,” jelas Said.
Dia menyadari, bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang memandang pengelolaan sampah hanya sebagai persoalan kebersihan lingkungan. Padahal, lingkungan yang tidak sehat dapat memengaruhi kualitas sanitasi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan anak.
Karena itu, Said menilai edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar kesadaran dalam mengelola sampah tumbuh menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar menciptakan kawasan yang rapi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan keluarga.
Untuk itu, pemerintah daerah mendorong agar edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat diperluas hingga ke tingkat kecamatan. Dalam pelaksanaannya, perangkat daerah, pemerintah kampung, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang benar sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai fondasi pencegahan stunting. (adv)






