KKN Kolaborasi 2026 Resmi Dimulai, Wabup Nanang Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi bagi Masyarakat Kampung

diterbitkan: Selasa, 14 Juli 2026 12:50 WITA
Penerimaan mahasiswa KKN Kolaborasi tahun 2026 oleh Pemkab Kubar. (Foto: Diskominfo Kubar)

NUSANTARA TERKINI – Sebanyak 183 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi tahun 2026 akan melakukan pengabdian terhadap masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Secara resmi KKN Kolaborasi tahun 2026 ini telah diterima Wakil Bupati (Wabup) Kubar, H. Nanang Adriani di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) pada Selasa (14/7/2026) pagi.

Turut hadir Wakil Ketua KKN Universitas Mulawarman sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya, jajaran perangkat daerah, Ketua TP PKK Kubar, camat, lurah, petinggi kampung, serta para dosen pembimbing lapangan.

Adapun ratusan mahasiswa ini akan tersebar di 18 kampung dan 1 kelurahan pada delapan kecamatan yang ada di Kubar. Mereka akan melaksanakan KKN Kolaborasi selama 41 hari, hingga 22 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Wabup Nanang menyampaikan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui KKN Kolaborasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi, inovasi, serta pendampingan bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas SDM, mengembangkan potensi lokal dan mendukung pembangunan kampung,” ujar Wabup Nanang.

Baca juga  Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Kubar Hadirkan Program GEMILANG sebagai Gerakan Kolaboratif

Tema KKN tahun ini, yakni ‘Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs’ dinilai sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pemkab) Kubar dalam mempercepat pembangunan kampung secara berkelanjutan.

Wabup Nanang juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat, menghormati adat istiadat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kampung dan seluruh elemen masyarakat.

“KKN bukan hanya tempat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Jadikan kesempatan ini sebagai wadah mengabdi, belajar dan membangun kepedulian sosial,” pesannya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah kampung dalam mendorong pembangunan yang lebih berkualitas sehingga mampu mewujudkan Kubar yang semakin sejahtera, aman, adil, merata dan beradat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DMPK) Kubar, Erlinsiana dalam laporannya menyampaikan bahwa 183 mahasiswa Universitas Mulawarman yang KKN di Kubar itu terdiri atas 69 laki-laki dan 114 perempuan.

Baca juga  Rute Samarinda-Melak Kembali Dibuka, Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kutai Barat

Mereka berasal dari 11 fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Farmasi, Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kehutanan dan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Pertanian, serta Teknik.

Erlinsiana menjelaskan, selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kampung melalui berbagai program prioritas, mulai dari penataan administrasi pemerintahan kampung, pemutakhiran profil kampung, pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga pendampingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) guna meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kampung.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif berkolaborasi dengan PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), RT, hingga lembaga adat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panitia KKN Kolaborasi tahun 2026, Alamsyah menjelaskan bahwa program KKN Kolaborasi merupakan pilot project yang diinisiasi bersama delapan perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca juga  HUT ke-62 Linggang Purwodadi, Wabup Kubar Dorong Kemandirian dan Pengembangan Potensi Lokal

Tapi tahun ini peserta yang diterjunkan di Kubar masih didominasi mahasiswa Universitas Mulawarman karena perbedaan kalender akademik perguruan tinggi mitra. Ke depan diharapkan semakin banyak kampus yang dapat bergabung sehingga kolaborasi menjadi lebih luas.

Menurutnya, seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan intensif selama satu minggu yang melibatkan Kementerian Desa serta berbagai perangkat daerah, termasuk dosen pembimbing lapangan. Pembekalan tersebut bertujuan agar program kerja mahasiswa selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan nilai manfaat bagi desa tempat mereka mengabdi serta mampu mendukung program-program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah,” tuturnya.

Melalui KKN Kolaborasi 2026, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat semakin kuat dalam mempercepat pembangunan kampung, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pencapaian SDGs di Kubar. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait