Perayaan HUT Berau Dimatangkan, Perkuat Posisi Sebagai Tujuan Wisata Berbasis Budaya dan Tradisi

diterbitkan: Jumat, 31 Juli 2026 03:31 WITA
Tradisi potong puncak rasul di peringatan HUT Kabupaten Berau. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan akan kembali menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Berau dan Tanjung Redeb pada tahun 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan bahwa pada tahun ini persiapan peringatan HUT ke-73 Berau dan HUT ke-216 Tanjung Redeb sudah mulai dilakukan.

“Ini kita lakukan awal-awal, agar seluruh rangkaian kegiatan hari jadi ini dapat dikemas secara maksimal,” kata Yudha.

Saat ini tengah dilakukan pematangan pembentukan kepanitiaan, serta rancangan jadwal sebelum dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait.

Baca juga  Bupati Sri Ajak Warga Jadi Duta Promosi Pariwisata Berau

Selain menjadi ruang promosi pariwisata, perayaan hari jadi daerah ini juga dilakukan untuk memperkuat posisi Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau, sebagai daerah tujuan wisata yang berbasis budaya dan tradisi.

“Momentum ini harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi budaya dan tradisi, tapi juga dalam hal pariwisata serta perekonomian daerah dan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga  Resmi Dilantik, Pj Kakam Suaran dan Sei Bebanir Bangun Diminta Gerakkan Potensi Kampung

Berdasarkan perencanaan, selain rapat paripurna dan pelaksanaan upacara, hari jadi Berau ini juga akan dirangkai dengan berbagai kegiatan, di antaranya Expo Pembangunan.

Saat ini, perencanaan dari pelaksanaan perayaan hari jadi Berau ini masih terus dimatangkan supaya pada saatnya nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Harapannya, momentum pesta rakyat ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha untuk menjajakan produk unggulannya masing-masing.

Selain itu, perayaan hari jadi Berau ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, mulai dari Berau Ethno Carnival, Mamalas Banua, Baturunan Parau, Manutung Jukut, Lomba Perahu Panjang, Festival Kue Tradisional, Lomba Tari Kreasi Daerah hingga Lomba Ancur Padas.

Baca juga  Katanya Wisata "Premium", Tapi Sinyal di Maratua Masih Sering Hilang-Hilangan

“Tentunya kita berharap tidak hanya sekedar datang menyaksikan perayaan hari jadi, tapi mereka yang datang ke Berau juga dapat membeli kuliner hingga produk ekonomi kreatif dari pelaku UMKM yang ada di Berau,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait