NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan atensi khusus terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal Kabupaten Berau.
Sebab, jika UMKM dapat tumbuh dan maju, tentu akan ‘lahir’ multiplier effect atau efek berganda di lingkungan sekitar, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Untuk itu, Pemkab Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mendorong UMKM yang sudah maju di Berau dapat menghadirkan lapangan kerja baru.
Sekretaris Diskoperindag Berau, Hasnawati mengatakan bahwa sebuah usaha yang berkembang, termasuk UMKM diharapkan tidak hanya berdampak positif terhadap pemilik atau pelaku usahanya.
“Harapan kita, ketika UMIM itu maju, dia bisa menjadi penyerap tenaga kerja, setidaknya dari daerah sekitarnya,” kata Hasnawati beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau, saat ini sudah ada sekitar 20 ribu. Tentu angka ini bukan kecil untuk takaran sebuah kabupaten.
Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan data terakhir Diskoperindag Berau pada saat masih pandemi Covid-19 lalu yang tercatat sekitar 17 ribu UMKM.
Namun, jumlah kuantitas yang cukup besar ini juga menjadi atensi. Jangan, sampai kuantitas ini tidak dibarengi dengan penguatan dari sisi kualitas.
Artinya, ini juga merupakan bagian dari tantangan bagi pemerintah daerah untuk menciptakan UMKM yang berkualitas agar bisa tumbuh berkelanjutan dan bisa ‘naik kelas’.
Agar UMKM bisa ‘naik kelas’, ada beberapa indikator yang harus terpenuhi, mulai dari bertambahnya jumlah tenaga kerja, hingga meningkatnya pendapatan dan semakin luasnya jangkauan pasar dari produk UMKM itu sendiri.
“Jadi tidak cukup hanya tetap jalan, tapi harus ada peningkatan agar bisa ‘naik kelas’. Ini jadi jadi perhatian kami dan terus kami dorong hingga saat ini,” pungkasnya. (*/adv)






