Warga Diminta Tak Panik, Pemkab Berau Pastikan Pasokan BBM Kembali Berjalan

diterbitkan: Selasa, 1 September 2026 09:23 WITA
Wabup Berau, Gamalis.

NUSANTARA TERKII – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta warga untuk tidak panik menyikapi persoalan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa hari belakangan ini.

Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menjelaskan, sebenarnya stok BBM tersebut bukan habis, tapi distribusinya yang mengalami keterlambatan. Seharusnya, kedatangan distribusi itu dijadwalkan 27 Agustus, tapi karena ada kendala teknis sehingga baru diberangkatkan pada 31 Agustus.

“Sebenarnya jika pendistribusian BBM ini berjalan sesuai jadwal, kondisi akan aman-aman saja,” kata Wabup Gamalis.

Baca juga  Camat Tering Ajak Warga Jadikan Gotong Royong sebagai Budaya Menjaga Kebersihan

Dijelaskannya, salah satu kendala teknis yang terjadi di lapangan itu adalah kandasnya kapal pengangkut BBM tersebut. Kendati demikian, Wabup Gamalis memastikan bahwa saat ini distribusi BBM di Berau akan kembali berjalan.

Setelah dilakukan pembongkaran dari kapal, dipastikan BBM tersebut akan segera didistribusikan secara bertahap ke sejumlah SPBU di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

“Waktu bongkar muat sekitar lima jam. Harapannya pasokan sudah mulai tersedia kembali pada 1 September,” sebutnya.

Baca juga  Pemkab Berau Petakan Penanganan Banjir Berkelanjutan

Selain itu, prilaku pengisian BBM yang dilakukan secara berulang dalam waktu yang berdekatan juga menjadi sorotan. Karena, perbuatan ini yang menjadi salah satu penyebab masyarakat lain jadi kesulitan untuk mendapatkan BBM dan antrean di SPBU jadi panjang.

PENGATURAN ANTRE DI SPBU DISIAPKAN

Terhadap persoalan ini, Pemkab Berau mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pengendara untuk sama-sama menjaga dan mengedepankan kepentingan bersama.

Sebagai langkah pengaturan antrean di SPBU, Pemkab Berau akan menyiapkan langkah-langkah konkret yang pada prosesnya nanti akan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga  Kampung Buyung-Buyung Berpeluang jadi Proyek Percontohan Pangan dengan Potensi Kekayaan Laut yang Dimiliki

Tak hanya itu, penggunaan identitas kendaraan serta QR Code saat melakukan transaksi pengisian BBM bersubsidi juga menjadi hal yang harus diperkuat. Termasuk memastikan kuota yang tersedia untuk Berau ke Pertamina.

“Kita minta kepada Pertamina untuk melakukan optimalisasi kuota untuk kita, bukan kita meminta penambahan. Jadi, yang ada ini kita upayakan untuk bisa terserap secara maksimal,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait