Pikat Pasar Dunia dengan Cita Rasa Khas, Kakao Berau Tembus Eropa

diterbitkan: Senin, 14 September 2026 04:05 WITA
Kualitas biji kakao asal Berau terus dijaga supaya tetap jadi pilihan pasar dunia. (Foto: NT)

NUSANTARA TERKINI – Komoditi hasil perkebunan merupakan salah satu potensi beras yang menjadi andalan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satunya kakao. Saat ini, kakao lokal Berau menunjukkan kualitasnya dengan berhasil memikat pasar dunia lengan kualitas dan cita rasanya yang khas.

Hal itu terbukti dengan telah dilakukannya ekspor biji kakao asal Berau ke Eropa sebanyak 11,5 ton pada tahun ini, dengan negara tujuan Swiss dan Prancis.

Baca juga  Fasilitas Pendukung Destinasi Wisata Berau Dibenahi Secara Bertahap

Pada tahun 2023-2025, biji kakao Berau juga sudah menembus sejumlah negara, di antaranya Belanda dan Amerika Serikat, termasuk Prancis dengan total 23 ton.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, kakao Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau dikenal dengan cita rasa yang sangat khas dan rasa pahit serta asam segarnya seimbang.

“Ini yang membuat pasar dunia terpikat. Jadi kualitas menjadi hal yang paling utama menjadi perhatian kita,” kata Bupati Sri.

Baca juga  Anggaran Event HUT ke-72 Berau Digeser untuk Pasar Murah

Saat ini, Valrhona sebagai produsen cokelat ternama asal Prancis telah menjadi salah satu mitra strategis yang berminat terhadap komoditas kakao Berau.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, M. Hendratno menyebut, tembusnya kakao adalah Berau ke pasar dunia ini tentu tidak terlepas dari konsistensi para petani dalam menjaga kualitas hasil perkebunannya.

“Kakao Berau ini sudah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum,” tuturnya.

Baca juga  Pemudik Tak Perlu Waswas, Polisi Berau Siap Blusukan Jaga Rumah Warga

Termasuk biji kering fermentasi dari kakao Berau ini juga telah memenuhi standar mutu internasional. Ini lah makanya bisa menembus Swiss dan Prancis.

“Ini tidak gampang, karena Swiss dan Prancis ini menuntut standardisasi yang tinggi, terutama pada proses fermentasi dan kadar air biji kakao. Jadi ini yang terus kita jaga agar tetap konsisten,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait