Pemkab Berau Dorong Investasi Transportasi Wisata Libatkan Masyarakat Lokal

diterbitkan: Kamis, 8 Oktober 2026 05:19 WITA
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong masuknya investasi di sektor transportasi wisata guna mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Namun, investasi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata, melainkan juga membuka ruang keterlibatan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas.

Pelibatan masyarakat lokal ini dinilai penting, mulai dari kebutuhan awak kapal, jasa pemandu wisata, hingga penyedia makanan. Termasuk produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal juga didorong dapat masuk dalam rantai bisnis di sektor pariwisata ini.

Baca juga  Rencana Investasi Gas di Birang, Pemkab Berau Harap Buka Lapangan Kerja

Selain untuk memberikan kesempatan kerja, pelibatan masyarakat lokal ini juga bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dengan pemahaman mereka akan kondisi atau karakteristik daerahnya.

Saat ini, Pemkab Berau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah mematangkan strategi untuk menarik investor kapal wisata jenis pinisi agar memiliki basis usaha di daerah.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran mengatakan, tren investasi di Berau yang berkembang positif hingga mencapai lebih dari Rp3 triliun pada semester I tahun 2026 ini menunjukkan bahwa peluang investasi itu ada dan terbuka lebar.

Baca juga  Pemkab Berau Buka Jalan Pembiayaan, UMKM Bakal Dipertemukan Langsung dengan Perbankan

“Ada beberapa inovasi yang saat ini kami tawarkan kepada investor, salah satunya pengoperasian kapal pinisi untuk transportasi wisata,” kata Naang.

Pemkab Berau menilai bahwa pelibatan masyarakat lokal di sini bertujuan agar pertumbuhan investasi dan aktivitas wisata bahari di Bumi Batiwakal ini menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan laut.

Karena, selama ini masih ditemukan persoalan yang berpotensi merusak ekosistem perairan, yang mana salah satunya berasal dari kapal-kapal wisata dari luar daerah yang belum memahami karakteristik perairan di Kabupaten Berau.

Baca juga  DPRD Bulungan Fasilitasi Konflik Masyarakat dengan PT Pertamina EP Bunyu

“Makanya penting investor kapal pinisi ini berbasis di daerah. Setidaknya mereka bisa memahami seperti apa karakteristik perairan dan di mana kawasan konservasi yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Berau ini,” tuturnya.

Setidaknya, investasi yang masuk tidak hanya sebatas tercatat sebagai penanaman modal dari sisi angka, tapi juga harus berdampak terhadap perputaran dan penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan destinasi. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait