NUSANTARA TERKINI – Keterbatasan tenaga kerja mulai menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Berau.
Di tengah semakin banyaknya petani berusia lanjut, penggunaan tenaga manual saat panen dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mulai memperkuat mekanisasi pertanian dengan mendatangkan bantuan dua unit mesin pemanen padi berukuran besar atau combine harvester.
Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses panen sekaligus menjaga produktivitas petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini mengatakan, dua unit mesin tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Kedua mesin bermerek Crown CCH 106 itu masing-masing disalurkan kepada Brigade Pangan CSR Sanggam Amatillah di Kampung Labanan Jaya dan Brigade Pangan Oplah Simetro Muda di Kampung Semurut. Nilai setiap unit diperkirakan mencapai Rp500 juta – Rp600 juta.
Menurut Lita, kebutuhan terhadap alat panen mekanis semakin mendesak karena ketersediaan pekerja pertanian tidak sebanding dengan kebutuhan saat musim panen tiba.
“Situasi semakin sulit ketika sejumlah lahan memasuki masa panen secara bersamaan. Karena semakin sulit untuk mendapatkan tenaga panen,” kata Lita.
Persoalan tersebut terlihat di Kampung Labanan Jaya, tempat sebagian besar petani telah memasuki usia lanjut. Kondisi ini membuat kemampuan mengandalkan tenaga manual semakin terbatas.
Sementara panen harus dilakukan tepat waktu agar hasil produksi dapat ditangani secara optimal. Tanpa dukungan peralatan memadai, proses panen berisiko berlangsung lebih lama.
“Sistem mekanisasi ini penting di tengah terbatasnya tenga kerja untuk melakukan panen. Jadi mekanisasi ini sudah masuk kategori kebutuhan,” katanya.
Di sisi lain, pengadaan dua unit mesin tersebut juga menjadi upaya Pemkab Berau menjaga dukungan terhadap sektor pertanian di tengah terbatasnya ruang belanja daerah.
Lita menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah daerah tidak mengalokasikan pengadaan bantuan sarana produksi pertanian melalui APBD.
Meski demikian, keterbatasan anggaran daerah tidak lantas membuat kebutuhan petani diabaikan. DTPHP Berau terus mencari dukungan untuk menangani persoalan pertanian ini, termasuk dari pemerintah pusat.
Pemkab Berau juga berencana melanjutkan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang bantuan tambahan bagi sektor pertanian. Langkah ini diperlukan agar dukungan terhadap petani tidak berhenti pada penyaluran dua unit mesin tersebut.
“Hal yang harus diperhatikan di sini, keberhasilan bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah alat yang disalurkan. Pengelolaan, perawatan dan pemanfaatan mesin juga menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” pungkasnya. (*/adv)






