Perkuat Sektor Perkebunan Kakao dan Kopi, Pemkab Berau Pastikan Pasar Tersedia

diterbitkan: Senin, 20 Juli 2026 09:28 WITA
Pengembangan produk kakao asal Berau terus dilakukan. (Foto: Ist)

NUSANTARA TERKINI – Perkebunan menjadi salah satu sektor yang menjadi atensi untuk diperkuat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain dari pemerintah daerah, pada tahun 2026 ini sektor perkebunan di Berau juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan), khusus untuk perkebunan Kakao dan kopi.

Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur mengatakan, tahun ini Berau mendapatkan support untuk pengembangan 200 hektare kakao dan 200 hektare kopi.

Baca juga  Tak Hanya Menarik, Destinasi Wisata Berau Didorong Lebih Aman dan Tangguh

“Bantuan ini merupakan hasil dari usulan Pemerintah Kabupaten Berau pada saat Ibu Bupati bertemu dengan Menteri Pertanian lalu,” kata Mansur.

Harapannya, dengan adanya tambahan ini, maka produksi dari dua komoditas sektor perkebunan itu bisa meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat.

Sebagai langkah konkret, penguatan perkebunan ini juga dilakukan lewat pembinaan terhadap petani dengan cara berkolaborasi dengan Sekolah Tani Indonesia (STI).

Baca juga  Pemkab Berau Apresiasi Warga Patuh Pajak Lewat Pemberian Diskon PBB-P2 hingga September 2025

Selain untuk meningkatkan kemampuan petani, pembinaan ini juga dilakukan untuk memastikan pasar atau hilirisasi untuk hasil produksinya dapat tersedia.

Kerja sama ini dilakukan dengan cara saling mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai kapasitas masing-masing. Prinsipnya, Pemkab Berau dan STI akan saling dukung dalam menjalankan program yang ada.

Adapun fokus kali ini pada komoditas kakao dan kopi. Komoditi ini memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan di Berau. Oleh karena itu, petaninya juga akan didampingi.

Baca juga  Diskoperindag Dorong Pelaku UMKM dan Kerajinan Aktif Ikuti Pameran dan Expo, Promosi Produk ke Pasar yang Lebih Luas

“Intinya di sini, bagaimana caranya petani dibina dari hulu sampai hilir. Jangan sampai produksi meningkat, tetapi hasilnya tidak terserap pasar,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait