Gamalis Sidak SPBU Sambaliung, Pemkab Berau dan Pertamina Perketat Pengawasan Penyaluran BBM

diterbitkan: Rabu, 23 September 2026 05:20 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto dan Pertamina melakukan sidak di SPBU Sambaliung, Rabu (23/9/2026).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto dan Pertamina melakukan sidak di SPBU Sambaliung, Rabu (23/9/2026).

NUSANTARA TERKINI — Kembali mengularnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam dua hari terakhir menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau kondisi di lapangan guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mengurai penyebab antrean, salah satunya di SPBU Sambaliung, Rabu (23/9/2026).

Dalam peninjauan bersama Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto dan instansi terkait, Pemkab Berau berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak Pertamina untuk melihat kondisi stok, skema distribusi, hingga proses pelayanan BBM.

Gamalis menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan informasi ketersediaan BBM disampaikan secara akurat agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kita ingin mengetahui secara langsung apa yang terjadi di lapangan, termasuk bagaimana kondisi stok dan distribusi BBM ke SPBU. Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang tidak jelas terkait ketersediaan BBM,” ujarnya.

Baca juga  Wabup Gamalis Minta PLN Bangun SUTM di Tumbit Dayak 

Berdasarkan penjelasan Pertamina, pasokan BBM untuk Berau saat ini disokong oleh SP Balikpapan dan SP Tarakan dengan tambahan pasokan sekitar 2.700 kiloliter. 

Untuk area Tanjung Redeb, penyaluran Pertalite dalam tiga hari terakhir mencapai 116 kiloliter dan Pertamax sekitar 70 kiloliter, sedangkan stok solar melimpah hingga 3.700 kiloliter. Dengan kuota tersebut, Pertamina menjamin stok BBM dalam posisi aman.

“Dari informasi Pertamina, stok sebenarnya masih dalam kondisi aman. Kita berharap masyarakat tidak perlu panik dan membeli BBM secara berlebihan karena hal tersebut justru dapat menyebabkan antrean semakin panjang,” jelas Gamalis.

Baca juga  Penutupan Festival Bekudung Betiung Berlangsung Meriah, Wagub Kaltim Kembali ke Berau

Gamalis menilai, fenomena antrean tidak hanya dipengaruhi oleh volume pasokan, tetapi juga aspek tata kelola di internal SPBU, efisiensi pelayanan, hingga pengawasan di lapangan. 

Oleh karena itu, Pemkab Berau bersama TNI-Polri dan dinas teknis akan memperketat pengawasan agar penyaluran tepat sasaran.

“Kita ada tim pengawas untuk mengawasi keseimbangan tersebut. Terkait operator SPBU, kalau manajemennya bagus, stoknya bagus, dan pengawasannya baik, maka semua akan berjalan dengan baik,” ujar Gamalis.

“Kita akan terus melakukan pengawasan bersama dinas terkait, TNI dan Polri. Penyaluran harus aman dan tepat sasaran, jangan sampai ada penyalahgunaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager III Fuel Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, menerangkan, pengawasan pengisian BBM di SPBU kini ditunjang sistem digital berbasis barcode dan kamera CCTV yang terpantau 24 jam untuk memverifikasi data transaksi kendaraan secara akurat.

Baca juga  Resmi Ditetapkan, Ini Fasilitas dan Tugas TBUPP Berau Mengawal Pembangunan Daerah

“Khusus kendaraan roda empat, kami bisa memantau nomor plat, jam dan harinya, termasuk input PC dan tablet yang dilakukan operator. Kesesuaian verifikasi barcode dengan kendaraan juga bisa kita pantau. Kita juga memiliki CCTV yang bisa dipantau. Kalau ada yang tidak sesuai, kita bisa langsung melakukan pengecekan,” ujarnya.

Pemkab Berau dan Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan mobilitas harian serta perekonomian masyarakat di Kabupaten Berau tetap berjalan kondusif. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait