Jawab Keluhan Pemadaman Listrik, Bupati Sri Juniarsih Minta PLN Prioritaskan Kebutuhan Warga Ketimbang Perusahaan

diterbitkan: Selasa, 27 Oktober 2026 10:28 WITA
Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wabup Gamalis bersama sejumlah pihat saat pertemuan lintas sektor membahas gangguan pasokan listrik, Selasa (27/10/2026).
Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wabup Gamalis bersama sejumlah pihat saat pertemuan lintas sektor membahas gangguan pasokan listrik, Selasa (27/10/2026).

NUSANTARA TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau memfasilitasi pertemuan lintas sektor guna membahas krisis gangguan pasokan listrik yang memicu aksi protes masyarakat di Kantor PLN UP3 Berau pada Senin (26/10/2026) malam.

Pertemuan yang digelar di Tanjung Redeb, Selasa (27/10/2026), dihadiri perwakilan masyarakat, unsur Forkopimda, Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, manajemen PLN UP3 Berau, serta PLTU Lati.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan agar PLN menjadikan kebutuhan listrik masyarakat sebagai prioritas utama.

Baca juga  Pimpin Paripurna Hari Jadi Berau, Sri Juniarsih Ajak Perkuat Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan

Ia meminta PLN membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan konsumen besar demi menjaga keandalan listrik pemukiman warga dan aktivitas ekonomi digital masyarakat.

“PLN UP3 Berau perlu memprioritaskan masyarakat dan membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan konsumennya agar kebutuhan listrik warga lebih diperhatikan,” ujarnya.

Sri Juniarsih juga menginstruksikan agar keandalan pasokan listrik benar-benar dijaga menjelang bulan suci Ramadan agar kejadian pemadaman berulang tidak terus menjadi momok tahunan bagi warga.

Baca juga  Bupati Sampaikan Kebanggaannya, Berau jadi Tuan Rumah Kemah Dewan Kerja se-Kaltim

“Kami tidak ingin setiap mendekati Ramadan selalu terjadi pemadaman. Jangan sampai ketika listrik mulai sering mati, masyarakat justru menganggap itu sebagai tanda Ramadan sudah semakin dekat,” katanya.

Terkait pengembangan jangka panjang, Bupati berharap target interkoneksi jaringan listrik Kalimantan Timur pada 2027 dapat terealisasi secara merata hingga ke seluruh pelosok Berau.

“Kami berharap program itu dapat memperkuat sistem kelistrikan dan membuat penyaluran listrik semakin merata,” tambahnya.

Baca juga  Perluas Akses Permodalan dan Literasi Keuangan, Pemkab Berau Gandeng BI dan OJK Gelar Business Matching bagi UMKM

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan PLN untuk memenuhi hak-hak konsumen yang dirugikan melalui mekanisme kompensasi. 

Meski demikian, ia menekankan, pemberian kompensasi tidak boleh dijadikan pembenaran atas buruknya pelayanan kelistrikan.

“Kompensasi kepada konsumen harus diperhatikan, tetapi jangan sampai dijadikan landasan untuk membenarkan pemadaman. Apalagi sekarang masyarakat sedang bersiap menyambut Ramadan,” tegas Gamalis. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait