Timbulan Sampah Berau Capai 150 Ton Per Hari, Wabup Gamalis Dorong Perubahan Paradigma Pengelolaan

diterbitkan: Minggu, 1 November 2026 07:16 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat Talkshow “Sampah Bernilai Wisata Lestari” dalam Pameran Foto 73 Tahun Berau Dalam Gambar di Story Mount Cafe, Sabtu (31/10/2026).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat Talkshow “Sampah Bernilai Wisata Lestari” dalam Pameran Foto 73 Tahun Berau Dalam Gambar di Story Mount Cafe, Sabtu (31/10/2026).

NUSANTARA TERKINI — Timbulan sampah di Kabupaten Berau yang mencapai sekitar 150 ton per hari atau 54.568 ton per tahun menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai persoalan ini menuntut pembenahan sistem pengelolaan, penguatan infrastruktur, serta perubahan pola pikir masyarakat agar sampah dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Gamalis menegaskan, angka tersebut harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk segera memperbaiki tata kelola sampah secara menyeluruh, bukan sekadar dipandang sebagai data statistik.

Baca juga  SIGAP Jadi Andalan Pemkab Berau Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Kampung

“Sampah ini saya kira kita tidak bisa lagi memandangnya sebagai sesuatu yang harus kita buang. Hari ini sampah sudah menjadi bagian dari sumber daya yang dapat memberikan manfaat, baik ekonomi, sosial maupun lingkungan,” ujar Gamalis saat Talkshow “Sampah Bernilai Wisata Lestari” dalam Pameran Foto 73 Tahun Berau Dalam Gambar di Story Mount Cafe, Sabtu (31/10/2026).

Baca juga  Bupati Sri Paparkan Potensi Pariwisata dan Perikanan Berau ke Dubes Seychelles

Menurutnya, paradigma penanganan sampah harus bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menjadi pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. 

Langkah ini mendesak dilakukan guna menekan beban TPA Bujangga yang memiliki luas sekitar 11,5 hektare agar tidak mengalami kelebihan kapasitas di tengah pertumbuhan penduduk dan sektor pariwisata.

“Kalau pola ini terus berlanjut, saya kira TPA kita tidak akan mampu menampung. Overcapacity akan ada di sana,” ungkapnya.

Baca juga  Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Pemkab Berau Berikan 3 Jenis Seragam Sekolah Gratis

Selain kapasitas tempat pemrosesan akhir, kondisi geografis Berau yang kaya akan destinasi wisata turut menghadirkan tantangan tersendiri.

Terutama dalam hal ketersediaan lahan, infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia, hingga tingginya biaya logistik pengangkutan sampah residu di kawasan pesisir dan kepulauan.

Melalui pembaruan data dan pendekatan yang lebih efektif, Pemkab Berau berharap ketergantungan terhadap TPA dapat ditekan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan daerah tujuan wisata. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait