NUSANTARA TERKINI – Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, memperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 berada di kisaran Rp2,2-2,3 triliun.
Angka tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kapasitas anggaran pada tahun-tahun sebelumnya.
Said menjelaskan, dengan proyeksi anggaran yang terbatas, pemerintah daerah akan memprioritaskan pemenuhan belanja wajib, khususnya alokasi gaji, tunjangan pegawai, serta kebutuhan operasional rutin di masing-masing perangkat daerah.
“Dipastikan tahun depan untuk gaji dan tunjangan bisa kita penuhi, kemudian belanja yang sifatnya wajib. Contohnya operasional kantor dan operasional yang ada di dinas masing-masing,” ujar Said.
Kendati kebutuhan dasar aparatur terjamin, menyusutnya angka tersebut berdampak langsung pada ruang fiskal daerah yang belum memungkinkan untuk memaksimalkan pembangunan sektor infrastruktur.
Said mengakui, alokasi anggaran pembangunan fisik saat ini masih belum sesuai dengan harapan awal.
Sebagai langkah antisipasi untuk menutupi keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Berau berharap adanya kucuran program serta alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait demi menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Kita berharap banyak program-program dari kementerian yang bisa disampaikan atau diserahkan ke daerah,” jelasnya.
Said menambahkan, angka Rp2,2-2,3 triliun tersebut masih berupa proyeksi awal untuk APBD murni 2027.
Besaran pastinya akan terus disesuaikan mengikuti dinamika serta proses pembahasan anggaran selanjutnya. (*/Adv)






