NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau memperketat pengawasan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh unit penyedia makanan memenuhi kualifikasi standar serta jaminan mutu gizi bagi penerima manfaat.
Ketua Tim Satgas MBG Berau yang juga Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan verifikasi ulang terhadap 14 SPPG aktif sebagai tindak lanjut atas arahan instruksi Menteri Dalam Negeri.
Berdasarkan inventarisasi data, dari total 17 SPPG yang terdaftar di Berau, empat di antaranya belum beroperasi, termasuk bangunan fasilitas di kawasan Limunjan dan Perumahan Korpri.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar tidak mengalihkan tujuan mulia program nasional ini hanya demi mengejar keuntungan bisnis.
“Jangan sampai program yang tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa justru lebih mengedepankan kepentingan bisnis. Makanan yang diberikan harus berkualitas, menunya bervariasi, dan peralatan makan yang digunakan juga harus benar-benar bersih,” tegas Sri Juniarsih saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Berau, Rabu (4/11/2026).
Sri Juniarsih menyoroti masih adanya temuan variasi menu makanan yang belum sesuai harapan.
Ia mendesak Dinas Pangan, instansi pengawas, hingga pihak sekolah untuk berperan aktif memantau langsung kelayakan serta kebersihan santapan yang diterima para siswa.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan, tim inspeksi akan diturunkan untuk memantau langsung alur pengolahan makanan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, metode penyimpanan, higiene pengolahan, hingga proses pendistribusian ke sekolah-sekolah.
“Kita susun rencana kegiatan inspeksi ini agar pelaksanaan pemeriksaan bisa berjalan dengan baik dan hasilnya optimal. Kita ingin memastikan bahan pangan yang digunakan berkualitas dan layak konsumsi, serta proses pengelolaannya memenuhi ketentuan,” ujar Gamalis.
Pemkab Berau bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengarahkan pengembangan SPPG di Bumi Batiwakkal secara bertahap dari target awal 30 unit menjadi 42 unit jaringan dapur pelayanan gizi guna memperluas jangkauan anak penerima manfaat. (*/Adv)





