Dapat Penghargaan Abdi Bakti Tani Nelayan, Sakirman Paparkan Tantangan ke Depan Masih Banyak

diterbitkan: Selasa, 24 Juni 2025 01:04 WITA
Anggota DPRD Berau, Sakirman memperoleh penghargaan Abdi Bakti Tani Nelayan dalam PEDA KTNA di Kubar (IST)

KUTAI BARAT – Prestasi membanggakan ditunjukkan Anggota DPRD Berau, Sakirman yang menerima penghargaan Abdi Bakti Tani Nelayan dalam pelaskanaan Pekan Daerah (PEDA) XI (11) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang dihelat pada Sabtu (21/6/2025) siang di Kutai Barat.

Sakirman menerima penghargaan tersebut karena dianggap berjasa dalam mendorong kemajuan petani dan nelayan di Bumi Batiwakkal. Namun, saat ditemui di lokasi acara, Sakirman menjelaskan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya memaksimalkan kesejahteraan dan potensi petani serta nelayan di Berau.

Baca juga  Vitalis Ingatkan Perusahaan untuk Taati Aturan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dia mengungkapkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemangku kepentingan di Berau, agar petani dan nelayan betah melakukan produktivitasnya. Misalnya, adalah perhatian terhadap sarana dan prasarana.

Belum lagi, eksploitasi dan alih fungsi lahan yang membuat ruang bertani semakin sempit. Hal demikian yang menurutnya perlu dicarikan jalan keluar agar petani maupun nelayan bisa tetap semangat.

“Saya rasa kalau untuk bantuan oleh pemerintah daerah rutin saja tapi memang menyesuaikan anggaran yang ada, tinggal bagaimana meminimalisir lahan petani yang ada di Berau terjauh dari konflik antara perusahaan maupun individu, ini PR kita bersama,” jelasnya.

Baca juga  DPRD Berau Dorong Penambahan Jumlah Dokter Spesialis untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

Sakirman menjelaskan, untuk sebaran lahan bertani saat ini juga telah semakin luas. Dari hematnya melalui data Badan Pusat Statistik, luas lahan pertanian di Kabupaten Berau terdiri dari lahan kering dan lahan basah.

Lahan kering memiliki luas 60.625 hektare, sedangkan lahan basah seluas 32.375 hektare. Dari luas tersebut, yang dimanfaatkan oleh petani tanaman pangan adalah 10.485 hektare lahan basah dan 12.230 hektare lahan kering.

Baca juga  Curah Hujan Masih Tinggi, DPRD Berau Minta Masyarakat Lebih Waspada

“Komoditi yang dihasilkan juga beragam, selain padi sawah, ada padi gunung, karet, kakao dan tanaman lain yang masuk kategori palawija, begitu juga perikanan hasil pertahunnya bisa belasan ribu ton, produksi seperti ini yang harus terus dijaga,” tandasnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait