BERAU – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau cepat tanggap dalam merespons isu minimnya ketersediaan kerajinan dan suvernir di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk. Padahal souvenir dan kerajinan tangan bisa dimanfaatkan sebagai oleh-oleh khas Berau, untuk wisatawan yang berkunjung di lokasi tersebut.
Karena itu, Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto merencanakan program pembinaan untuk warga di Kecamatan Biduk-Biduk agar bisa mengolah souvenir untuk dijadikan buah tangan. Edy menerangkan, pihaknya berencana menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.
“Sebenarnya sudah ada programnya, jadwal untuk melakukan pembinaan juga sudah ada. Rencananya segera kok, November/Desember ini,” terang Edi.
Dia menjelaskan, bahwa program pembinaan tersebut sejalan dengan tugas dan fungsi Dekranasda dalam mengembangkan dan melestarikan warisan budaya melalui kerajinan. Pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk lokal dan pelaku UMKM di Berau.
“Kami juga ingin semangat kewirausahaan di antara masyarakat bisa terus tumbuh dan pasar untuk menjual produk kerajinan ini bisa semakin luas,” terang Edy.
Terpisah, Ketua BUMK Pasir Putih, Rusdiana menerangkan bahwa warga Teluk Sulaiman sangat menantikan program pembinaan ini. Dia mengatakan, ketersediaan bahan dasar yang melimpah di sepanjang Pantai Teluk Sulaiman sudah seyogyanya dimanfaatkan dengan optimal.
Dia juga mengakui bahwa kebutuhan Suvenir di Sentra Ekowisata Kampung Teluk Sulaiman, meskipun dikenal sebagai penghasil ikan asap (tongkol, kembung, pari) dan telah menjadi binaan Dinas Perikanan, saat ini masih belum mandiri dalam menyediakan suvenir.
“Karena itu, lewat pembinaan ini kami harapkan warga bisa lebih berdaya, dan memiliki peluang baru dalam menggarap potensi yang ada,” pungkasnya. (adv)






