Hadapi Karhutla Akibat El Nino, Gamalis Cek Langsung Kesiapsiagaan Armada BPBD dan Disdamkarmat Berau

diterbitkan: Jumat, 11 September 2026 05:12 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengecek kesiapan armada serta peralatan pemadaman milik BPBD dan Disdamkarmat Berau, Jumat (11/9/2026). (Prokopim)
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengecek kesiapan armada serta peralatan pemadaman milik BPBD dan Disdamkarmat Berau, Jumat (11/9/2026). (Prokopim)

NUSANTARA TERKINI — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau memerlukan pengerahan seluruh kekuatan yang ada. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung mengecek kesiapan armada serta peralatan pemadaman milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Jumat (11/9/2026).

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan sarana, perlengkapan pendukung, hingga logistik berada dalam kondisi siap siaga menyusul cuaca kering dan dampak El Nino yang meningkatkan risiko perluasan karhutla. 

Menurut Gamalis, skala karhutla di Berau sepanjang tahun ini tergolong sangat ekstrem dan menyerupai kejadian serupa yang pernah terjadi beberapa tahun silam.

“Karhutla tahun ini termasuk yang paling ekstrem. Kondisi seperti ini pernah kita alami sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Karena itu, kita tidak boleh menganggap persoalan ini biasa. Semua harus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga  Ikut Memukat Ikan Bersama Nelayan Derawan, Wabup Gamalis Dorong Aktivitas Tradisional Jadi Atraksi Wisata

Gamalis menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja, melainkan menuntut kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, hingga pihak swasta. 

Ia mengimbau agar seluruh pihak bergerak seirama dan menghindari ego sektoral dalam mengendalikan titik api.

“Jangan ada yang bergerak sendiri-sendiri. Kita harus kompak. Ketika ada kejadian, semua sumber daya yang kita punya harus bisa digerakkan dan dimanfaatkan. Kalau masing-masing berjalan sendiri, tentu penanganannya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ia juga meminta agar perdebatan mengenai penyebab kebakaran dikesampingkan untuk sementara waktu agar fokus utama di lapangan tetap tertuju pada upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas.

Baca juga  Bupati Sri Dorong UMKM Berinovasi Kreasikan Kuliner Khas Berau

“Kaltim, khususnya Berau, saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Kita menghadapi karhutla dan kondisi El Nino. Apa pun penyebabnya, untuk sementara kita kesampingkan dulu. Fokus kita bagaimana api ini bisa segera dikendalikan. Setelah itu baru kita evaluasi bersama apa yang harus dipersiapkan dan apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Menyoroti keterbatasan armada pemerintah daerah, Gamalis menilai dukungan sumber daya dan bantuan dari pihak ketiga sangat diperlukan guna memperkuat kapasitas operasi di berbagai titik secara bersamaan.

Dalam peninjauannya ke gudang logistik, ia juga mendapati sejumlah perlengkapan, seperti mesin pompa portabel apung dan selang, yang masih layak pakai namun belum dimanfaatkan secara optimal. 

Baca juga  Bupati Sri Paparkan Potensi Pariwisata dan Perikanan Berau ke Dubes Seychelles

Ia langsung menginstruksikan agar seluruh inventaris tersebut segera dicek dan diterjunkan ke lapangan.

“Ada mesin pompa portabel apung dan selang yang saya lihat masih berdebu dan belum digunakan. Kalau memang masih layak, saya minta segera dicek dan dimanfaatkan. Jangan sampai kita kekurangan alat di lapangan, sementara ada peralatan yang sebenarnya bisa digunakan tetapi hanya tersimpan,” ungkapnya.

Gamalis berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dan instansi terus diperkuat agar setiap potensi titik api dapat dipadamkan sedini mungkin.

“Yang kita inginkan semua pihak bekerja sama dan bersatu. Jangan sampai ada sumber daya yang sebenarnya bisa membantu penanganan, tetapi tidak termanfaatkan. Dalam kondisi seperti sekarang, semua harus mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait