Lewat Kreativitas Digital, DLHK Berau Perluas Edukasi Bahaya Karhutla

diterbitkan: Sabtu, 17 Oktober 2026 11:47 WITA
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari.

NUSANTARA TERKINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau memperluas edukasi lingkungan melalui lomba video bakti lingkungan bertajuk ‘Berau Tanpa Asap’.

Langkah ini dilakukan sebagai aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan pendekatan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

Lewat kreativitas digital ini, masyarakat secara umum diajak menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan secara kreatif, tidak hanya berhenti pada sosialisasi konvensional.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, upaya yang dilakukan ini menjadi atensi khusus agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya setop pada kegiatan-kegiatan seremonial.

Baca juga  Perkuat Fondasi Bisnis UMKM, Pemkab Berau Genjot Pemasaran Digital Berbasis AI

Lomba video bakti lingkungan yang menjadi bagian dari rangkaian Berau Expo 2026 ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pesan pelestarian alam melalui beragam karya digital.

Peserta dapat memilih format film pendek, iklan layanan masyarakat, animasi, motion graphic, dokumenter edukatif hingga narasi visual, dengan durasi maksimal tiga menit.

Gagasan yang diangkat mencakup empat tema, mulai dari dampak asap terhadap kehidupan masyarakat, pembukaan lahan tanpa membakar, perlindungan hutan bagi generasi mendatang, serta langkah sederhana mencegah karhutla.

Baca juga  Karhutla di Bengalon Kutim Hanguskan 10 Hektar Lahan, Putung Rokok Diduga jadi Penyebabnya

“Melalui pendekatan kreatif ini, kampanye lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi imbauan, tapi juga pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah menjangkau masyarakat luas,” kata Zulkifli.

Adapun lomba, ini terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum, baik itu secara kelompok maupun individu. Kendati demikian, setiap peserta hanya diperbolehkan untuk mengikuti satu kategori penilaian.

Secara teknis, peserta tidak diperkenankan untuk menggunakan kecerdasan buatan, melainkan karya harus orisinal.

Dengan sistem digitalisasi ini, diharapkan pesan untuk mencegah karhutla tidak hanya setop di lokasi pameran, tapi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Baca juga  Disdukcapil Berau Bukan Layanan Digital lewat 'Pak Capil Tanya Dong'

“Kita akan terus berupaya untuk menjaga agar Berau tetap dalam kondisi hijau dan bebas asap. Mari kita sama-sama peduli terhadap kelestarian lingkungan di daerah kita ini,” serunya.

Untuk diketahui, pendaftaran sekaligus pengumpulan karya pada 15-18 Oktober 2026. Untuk di hari terakhir, waktu pengumpulan dibatasi hingga 21.00 Wita.

Dalam lomba ini, 10 karya terbaik akan dipilih sebagai finalis, sebelum penayangan dan penilaian akhir yang dilakukan pada 19 Oktober 2026 pukul 19.00-21.00 Wita di Berau Expo 2026 pada stan DLHK. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait