NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Pengadaan Melalui E-Purchasing dengan Negosiasi dan Mini Kompetisi di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Sendawar pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang digawangi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kubar ini merupakan bagian dari mempersiapkan aparatur yang menangani pengadaan barang dan jasa menghadapi penerapan E-Katalog Versi 6.
Dibuka Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA Setkab Kubar, Ali Sadikin, mewakili Bupati Kubar, kegiatan ini diikuti para Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), bendahara, kepala perangkat daerah, hingga camat se-Kubar.
Ali mengatakan, penerapan E-Katalog Versi 6 membawa sejumlah perubahan dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah. Karena itu, aparatur yang terlibat dalam proses pengadaan dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan regulasi maupun sistem yang berlaku.
“E-Katalog Versi 6 menghadirkan berbagai pembaruan, khususnya terkait mekanisme negosiasi harga dan pelaksanaan mini kompetisi. Perubahan ini menuntut seluruh aparatur yang terlibat dalam proses pengadaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknis,” ujarnya.
Menurut Ali, pengadaan barang dan jasa bukan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pemerintah, tapi juga menyangkut tanggung jawab dalam mengelola keuangan negara secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penyusunan dokumen administrasi, harus dilaksanakan sesuai ketentuan agar dapat dipertanggungjawabkan.
“Dokumen e-purchasing memiliki peranan penting sebagai bukti bahwa seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai prosedur, sehingga mampu meminimalkan risiko administrasi maupun risiko hukum di kemudian hari,” katanya.
Selain membahas mekanisme negosiasi dan mini kompetisi pada E-Katalog Versi 6, sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai penyusunan dokumen persiapan, metode evaluasi, hingga strategi mitigasi risiko dalam pelaksanaan e-purchasing.
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelaku pengadaan dalam menjalankan tugas di masing-masing perangkat daerah.
Harapannya, forum ini dimanfaatkan peserta untuk memperdalam pemahaman melalui diskusi dan berbagi pengalaman sehingga materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
“Kesamaan persepsi dan penguasaan teknis menjadi kunci agar proses pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dapat berjalan semakin tertib, efisien, serta memberikan hasil yang optimal,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)






