NUSANTARA TERKINI,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan terus memantau pergerakan luapan air sungai di wilayah Kecamatan Sembakung. Debit air kiriman dilaporkan melesat tajam meninggalkan ambang batas wajar.
Ketinggian debit sungai saat ini telah menyentuh angka 4,60 meter. Kondisi ekstrem ini terpaut sangat jauh dari ukuran normal harian yang biasanya hanya berkisar di level 3 meter.
Kepala Pos BPBD Sembakung Taufik memastikan, peningkatan volume air secara drastis ini langsung melumpuhkan aktivitas warga. Sedikitnya lima titik permukiman terendam dari luapan air kiriman tersebut.
“Berdampak signifikan pada lima desa,” ungkap Taufik pada Selasa (3/3/26).
Kelumpuhan Fasilitas Vital
Desa Atap menjadi wilayah dengan skala dampak paling parah akibat terjangan air bah ini. Berbagai pusat layanan vital mulai dari kantor pemerintahan markas aparat keamanan instalasi listrik hingga fasilitas pendidikan terendam banjir.
Ratusan kepala keluarga di kawasan tersebut terpaksa menghadapi genangan air yang merendam tempat tinggal mereka.
“Total rumah terdampak di satu desa ini saja menembus angka 181 unit dengan ratusan jiwa terdampak,”jelasnya.
Situasi darurat serupa juga dirasakan warga di Desa Tagul Desa Manuk Bungkul Desa Lubakan serta Desa Tujung. Puluhan bangunan tempat tinggal beserta sarana publik lainnya lumpuh tak bisa digunakan akibat luapan air sungai.
Mitigasi dan Peringatan Dini
Meski debit air terus menunjukkan tren kenaikan lima permukiman lain di kecamatan tersebut masih berstatus aman. Pihak berwenang bersama aparat desa setempat kini bersiaga penuh memantau pergerakan sungai.
Tim kebencanaan telah menyiapkan skenario evakuasi terburuk guna menyelamatkan penduduk jika sewaktu waktu luapan air makin mengganas. Keselamatan warga di kawasan bantaran sungai menjadi prioritas utama penanganan darurat ini.
“Pemantauan perkembangan tinggi muka air terus dilakukan guna memitigasi risiko,” pungkas Taufik. (*)





