Kasus Asusila Marak, Wabup Berau Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak dan Laporkan Gelagat Mencurigakan

diterbitkan: Selasa, 19 Mei 2026 06:31 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis.

NUSANTARA TERKINI – Kembali mencuatnya rentetan kasus dugaan tindakan asusila di Kabupaten Berau memicu keprihatinan sekaligus reaksi keras dari pemerintah daerah.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Perlu ada benteng pertahanan yang kuat dari pihak keluarga guna memutus mata rantai eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.

Gamalis meminta seluruh orang tua di Kabupaten Berau untuk tidak lengah dan menganggap sepele dinamika sosial di sekitar mereka.

Menurutnya, peran aktif keluarga dalam menjaga serta mengawasi aktivitas anak-anak merupakan kunci utama dalam langkah pencegahan hulu agar kasus serupa tidak terus berulang.

Baca juga  Harga Tiket Pesawat ke Berau Mahal, Bupati Sri Juniarsih Khawatir Pariwisata Terpuruk

“Harapannya, masyarakat yang memiliki anak betul-betul menjaga anaknya. Segera lapor ke pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang tidak wajar atau nyeleneh,” ujar Gamalis tegas.

Berani Melapor dan Putus Budaya “Damai”

Wabup Gamalis menilai, berulangnya kasus amoral di tengah masyarakat mengindikasikan adanya pembiaran yang selama ini kerap diselesaikan di bawah tangan.

Ia menegaskan, persoalan asusila merupakan persoalan serius yang tidak boleh lagi ditoleransi atau sekadar diselesaikan secara kekeluargaan.

Selain memperketat pengawasan internal di rumah, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga  Sinyal Pindahan, Para Hakim Tinggi Mulai Pantau Calon Kantor Baru di IKN

Jika melihat ada gelagat mencurigakan atau penyimpangan perilaku dari oknum tertentu, warga diminta langsung melapor ke kepolisian agar dapat segera ditindak secara hukum guna memberikan efek jera maksimal.

Secara khusus, Gamalis juga menyoroti adanya fenomena miris di mana terdapat oknum-oknum pelaku yang kerap berlindung di balik simbol atau kedok tertentu saat melancarkan aksi menyimpang tersebut.

“Untuk pelaku, saya kira insaf. Jangan lagi melakukan hal-hal yang mencoreng, apalagi ini berbasis agama,” pungkasnya.

Baca juga  Wabup Sebut Jika Memungkinkan, Pertamini Bisa Dilegalkan

Pemkab Siapkan Monitoring di Lingkungan Rawan

Sebagai langkah konkret dari pihak eksekutif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tidak tinggal diam. Gamalis memastikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk bergerak cepat melakukan monitoring intensif ke lapangan.

Fokus pemantauan akan diarahkan ke titik-titik lingkungan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi tindak kekerasan anak.

Selain monitoring, Pemkab Berau juga tengah melakukan evaluasi total terhadap keefektifan program-program pencegahan kekerasan berbasis masyarakat yang selama ini telah berjalan, demi memastikan rasa aman warga Berau kembali pulih.(*)

Bagikan:
Berita Terkait