Kunjungan Museum Batiwakkal Merosot, Disbudpar Siapkan Promosi Gandeng Influencer

diterbitkan: Sabtu, 28 Februari 2026 02:03 WITA
MUseum Batiwakkal di Kecamatan Gunung Tabur. (IST)
Museum Batiwakkal di Kecamatan Gunung Tabur. (IST)

NUSANTARA TERKINI — Museum Batiwakkal, yang merupakan salah satu tonggak wisata sejarah di Kabupaten Berau, tengah menghadapi tantangan serius.

Data terbaru mengungkapkan adanya penurunan tren kunjungan yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir, di mana jumlah wisatawan tercatat berkurang hingga lebih dari 1.600 orang.

Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali pesona wisata di kawasan Gunung Tabur.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Frontliner Disbudpar Berau Siaga di Dermaga Sanggam Sampai Hari Kelima Lebaran

Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, kehadiran atraksi penunjang, seperti wisata susur sungai dan Pasar Barambang, merupakan bagian dari strategi untuk memperkenalkan kekayaan sejarah di wilayah tersebut.

“Hanya saja memang kita butuh promosi yang lebih baik gitu ya,” ujar Samsiah, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, penguatan promosi digital menjadi keharusan. Disbudpar berencana mengoptimalkan pembuatan konten video yang lebih menarik serta berkolaborasi dengan para influencer.

Baca juga  Kuliner Tepian Jadi Primadona, Disbudpar Berau Catat Lonjakan Pengunjung Selama Libur Lebaran

Para pembuat konten ini diharapkan dapat berkontribusi mempopulerkan kembali Museum Batiwakkal maupun Keraton Sambaliung.

Terlebih, saat ini, momentumnya sangat tepat seiring dengan pengangkatan Sultan Raja Alam sebagai pahlawan nasional dan ikon kebanggaan Berau.

“Apalagi ini kan sedang diangkat Sultan Raja Alam ya untuk dijadikan pahlawan, kemudian juga sebagai ikon ya, ikon Berau,” jelas Samsiah.

Selain faktor promosi luar, Samsiah menambahkan, pembenahan internal di dalam museum juga menjadi prioritas.

Baca juga  Kekurangan Toilet saat Musim Liburan, Disbudpar Berau Rencanakan Penambahan Tahun Ini

Pihaknya mendorong Bidang Kebudayaan untuk lebih intensif mempercantik isi museum, mulai dari penataan koleksi dan peningkatan kualitas pelayanan.

Selain itu, perlu penguatan aspek storytelling atau narasi sejarah agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan dan edukatif.

“Ini mungkin dari bidang kebudayaan lebih konsen lagi ke situ, nanti dari dinas akan memberikan input seperti itu,” tutupnya. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait