Respon Cepat BNPB, Pesawat Modifikasi Cuaca Diterjunkan Atasi Karhutla di Berau

diterbitkan: Senin, 24 Agustus 2026 06:13 WITA
Helikopter BNPB untuk tangani karhutla. (Foto: BNPB)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah taktis tingkat tinggi untuk menanggulangi eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap pekat yang kian mengkhawatirkan.

Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemkab Berau meluncurkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna memicu hujan buatan karhutla Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengonfirmasi bahwa permohonan bantuan darurat dari pemerintah daerah telah mendapat respons sangat cepat dari BNPB pusat. Tim teknis BNPB telah mendarat di Berau, sementara armada pesawat penyemai garam pendukung operasi udara dijadwalkan tiba pada Senin (24/8/2026).

Baca juga  Tak Lagi Gelap Gulita, Wilayah Perkotaan dan Talisayan Segera Dipasangi Lampu Jalan Baru

“Alhamdulillah upaya kita direspons cepat oleh BNPB. Tim teknis sudah tiba di Berau dan pesawat yang mendukung operasi modifikasi cuaca akan tiba esok hari. Saya sudah menginstruksikan tim BPBD dan instansi terkait untuk terus berkoordinasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” ungkap Sri Juniarsih

Kolaborasi Strategis TMC dan Armada Water Bombing TNI AD

Penerjunan pesawat modifikasi cuaca ini diharapkan mampu menumbuhkan awan-awan hujan potensial secara artifisial di atas langit Berau. Langkah ini dinilai paling efektif untuk memadamkan sebaran ratusan titik panas (hotspot) yang membakar area vegetasi kering serta melumpuhkan sumber kabut asap dari udara secara serentak.

Baca juga  Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah di Kaltim Disebut Bisa Capai Rp6 Triliun

Sebagai langkah antisipasi ganda, Pemkab Berau tidak hanya mengandalkan hujan buatan. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Darurat Penanganan Karhutla bersama jajaran TNI-Polri dan jajaran pimpinan perusahaan swasta, Pemkab Berau juga menyiapkan skema pemadaman udara (water bombing).

Opsi pengeboman air ini disiagakan dengan mengoptimalkan tawaran bantuan armada helikopter milik Skadron 13/Amur Balottama Yudha Penerbad TNI AD.

“Metode water bombing siap kita gunakan andai berbagai cara yang dilakukan di darat masih belum maksimal. Ini menjadi alternatif utama apabila kondisi medan di lapangan semakin sulit ditembus oleh Satgas Darat,” jelas Bupati.

Baca juga  Tiga Nelayan yang Dikabarkan Hilang di Perairan Derawan, Akhirnya Pulang Dengan Selamat

Tegaskan Larangan Membakar Lahan

Meskipun sumber daya pemadaman darat dan udara telah dikerahkan secara totalitas (all-out), Sri Juniarsih kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha agar menghentikan sama sekali aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Keberhasilan operasi hujan buatan dan pemadaman udara oleh Satgas Karhutla akan sia-sia jika kesadaran masyarakat dalam mencegah timbulnya titik api baru masih rendah.

Pemkab Berau menegaskan akan menindak tegas siapa saja yang kedapatan sengaja memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.(*)

Bagikan:
Berita Terkait