NUSANTARA TERKINI – Keran investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mengalir deras melalui keterlibatan investor asing dan lokal.
Otorita IKN resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua pelaku usaha pelopor dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun.
PT Dian Jaya Indonesia, yang merupakan anak usaha dari pengembang real estate asal Korea Selatan, Dian Development Co Ltd, menjadi investor utama dalam kesepakatan ini. Perusahaan tersebut berkomitmen membangun kompleks apartemen dan hotel mewah.
Proyek hunian vertikal dan perhotelan tersebut akan berlokasi di kawasan Pusat Pendidikan (Education Precinct) KIPP Sub WP 1B. Nilai investasi yang dikucurkan oleh perusahaan asal Negeri Gingseng ini diperkirakan mencapai Rp1,15 triliun.
Pengembangan Fasilitas Olahraga dan Publik
Selain investasi besar dari Korea Selatan, PT Biru Makmur Abadi juga turut memperkuat fasilitas publik di IKN. Perusahaan lokal ini akan mengembangkan pusat olahraga (sport center) dan restoran di kawasan KIPP 1C.
Pembangunan fasilitas olahraga tersebut direncanakan berada di sekitar kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma.
Dengan nilai investasi sebesar Rp50 miliar, proyek ini diharapkan mampu menghidupkan aktivitas di kawasan pendidikan IKN.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa kehadiran proyek-proyek ini akan memperkuat ekosistem perkotaan.
“IKN dirancang untuk menjadi kota yang tidak hanya produktif, tetapi juga siap secara fasilitas untuk mendukung gaya hidup inklusif,”jelas mantan Menteru PUPR tersebut.
Kepastian Regulasi Jadi Daya Tarik Utama
Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia Cheong Seung Hwa mengungkapkan alasan pihaknya berani menanamkan modal besar di IKN.
Kepastian regulasi dan adanya insentif fiskal menjadi faktor kunci yang menarik minat pengembang asing.
Konsep kota cerdas (smart city) modern di IKN dinilai memiliki potensi peningkatan nilai properti yang signifikan di masa depan.
Hal senada juga disampaikan oleh pihak investor lokal yang melihat IKN sebagai peluang strategis untuk investasi jangka panjang.
Seluruh pengerjaan fisik untuk proyek apartemen, hotel, hingga pusat olahraga ini direncanakan mulai melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pada triwulan IV tahun 2026 mendatang.
“Kehadiran proyek ini memperkuat ekosistem kawasan agar semakin siap menjadi kota yang hidup,” jelas Basuki Hadimuljono.(Fawdi/NT)





