Musrenbang Tematik RKPD 2027, Pemkab Kubar Tampung Aspirasi Kelompok Rentan

diterbitkan: Rabu, 10 Juni 2026 01:04 WITA
Wabup Kubar, Nanang Adriani. (Foto: Diskominfo Kubar)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menggelar Musrenbang Tematik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Lantai II Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kubar, Rabu (10/6/2026).

Lewat forum ini, Pemkab Kubar membuka ruang bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak, masyarakat adat, hingga masyarakat miskin ekstrem untuk terlibat langsung dalam penyusunan RKPD tahun 2027.

Aspirasi, kebutuhan, serta berbagai tantangan yang dihadapi kelompok rentan yang disampaikan lewat forum ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Wakil Bupati (Wabup) Kubar, Nanang Adriani menyambut baik pelaksanaan Musrenbang Tematik sebagai sarana memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Ia menilai keterlibatan kelompok rentan sangat penting agar program yang disusun pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Pemkab Kubar Dorong Kampung Jadi Garda Depan Lawan Stunting

Ia berharap forum ini dapat menghasilkan berbagai usulan yang konstruktif dan menjadi masukan penting dalam penyusunan RKPD tahun 2027. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui forum ini kami ingin memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappedalitbang Kubar, Florensius Steven mengatakan, Musrenbang Tematik diselenggarakan untuk memastikan kelompok rentan memperoleh ruang yang cukup dalam proses perencanaan pembangunan.

Baca juga  Disambut Adat Mopotilolo, Wabup Kubar Apresiasi Keramahan Tuan Rumah PENAS KTNA XVII

Menurutnya, pembangunan yang baik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dalam proses perencanaannya.

“Musrenbang Tematik ini kami hadirkan sebagai ruang khusus bagi kelompok rentan untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhannya. Kami ingin mendengar langsung dari sumbernya, bukan sekadar menebak-nebak apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini akan dihimpun dan dituangkan dalam berita acara sebagai bahan penyempurnaan dokumen RKPD tahun 2027. Dengan begitu, usulan yang muncul tidak berhenti pada forum diskusi, tapi menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurut Florensius, hasil Musrenbang Tematik diharapkan mampu mendorong lahirnya program-program yang lebih tepat sasaran, mulai dari penyediaan infrastruktur yang ramah disabilitas, peningkatan akses layanan kesehatan bagi lansia, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga  Dorong IKM Naik Kelas, Pemkab Kubar Perkuat Produksi hingga Pemasaran Digital

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperhatikan secara serius setiap aspirasi yang disampaikan peserta. Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang inklusif sangat bergantung pada komitmen seluruh perangkat daerah dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam program kerja masing-masing.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah membuka mata, telinga dan hati untuk mendengarkan setiap masukan yang disampaikan. Aspirasi tersebut harus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan ke depan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait