NUSANTARA TERKINI – Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dijadikan ajang untuk mengingatkan budaya Selasa dan Jumat Bersih di Bumi Batiwakkal. Wakil Bupati Berau, Gamalis menerangkan bahwa Selasa dan Jumat Bersih masih jadi agenda yang terus digalakkan Pemkab Berau.
Untuk memastikan program tersebut berjalan di lingkungan masyarakat, Gamalis meminta pemangku kepentingan di tingkat kelurahan hingga kampung untuk bisa menjadi motor penggerak kesadaran warga.
“Karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat. Jadi selain menggerakkan, mereka juga harus jadi contoh,” tegas Gamalis.
Dia menambahkan, Selasa dan Jumat Bersih sejatinya tidak membutuhkan waktu lama dalam pelaksanaannya. Menurutnya, cukup 30 menit untuk setiap keluarga melakukan aksi peduli lingkungan dan kebersihan, maka akan cukup untuk memberikan perubahan besar.
“Walaupun hanya 30 menit saja, tapi ketika dilakukan secara masih, serentak dan konsisten. Setidaknya kita pasti akan bisa melihat dampaknya,” tambah Gamalis.
Sebagai informasi, program Selasa dan Jumat Bersih memang baru digagas pada Maret 2026 lalu. Program ini memiliki landasan berdasar Surat Edaran Gerakan Indonesia Aksi Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Gamalis menekankan, aksi ini harus bisa mengakar kuat di kalangan masyarakat bahkan menjadi budaya. Karenanya, ia meminta camat berkomunikasi dengan jajaran RT, Luran, termasuk kepala kampung dan juga pihak swasta.
“Kalau semua bergerak, bahu membahu, kita pasti bisa lihat lingkungan kita lebih bersih, lebih sehat dan nyaman juga untuk diri kita sendiri,” pungkasnya. (adv)





