Pembersihan Drainase Mampet di Gunung Panjang, Wabup Gamalis: Ini Merupakan Respon Cepat Pemerintah

diterbitkan: Selasa, 12 Agustus 2025 07:51 WITA
Proses pembersihan saluran air yang mampet di Berau.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan gerak cepat melakukan pembersihan drainase atau saluran air yang tersumbat di sekitar Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb pada Selasa (12/8/2025).

Turun langsung Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis dengan didampingi sejumlah pejabat terkait melakukan pemantauan proses pembersihan yang dilakukan di depan Kantor Kelurahan Gunung Panjang yang selama ini menjadi area rawan genangan ketika hujan deras.

Baca juga  Kembangkan Pariwisata Kaltara, Gubernur Zainal Minta Dukungan Pemerintah Pusat lewat Komisi VII DPR RI

“Ini merupakan respon cepat pemerintah daerah terhadap banyaknya pengaduan masyarakat mengenai air yang meluber ke badan jalan dan saluran air yang mampet di depan kantor kelurahan ini,” kata Wabup Gamalis.

Wabup Gamalis berharap, upaya yang dilakukan tersebut dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, perlu dilakukan kolaborasi lintas instansi dalam penanganan masalah drainase yang tersumbat.

Baca juga  Tutup Bupati Cup 2025, Wabup Gamalis Tegaskan Pemkab Berau Komitmen Dukung Kegiatan Positif Masyarakat

“Perlu sinergi antara perangkat daerah terkait, seperti BPBD, PUPR, DLHK, kelurahan serta masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air. Karena penanganan banjir ini tidak lepas dari peran semua pihak,” tuturnya.

Ia menargetkan saluran air pada drainase di Gunung Panjang dapat kembali berfungsi optimal pasca dilakukan pembersihan ini. Termasuk dapat meminimalisir potensi terjadinya banjir saat masuk musim hujan.

Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUPR Berau, Hendra Paranata menambahkan, pembersihan ini dilakukan menggunakan mobil penyedot lumpur yang dibantu penyemprotan dari tim BPBD untuk mengurai endapan.

Baca juga  Evaluasi Serapan ADK 2025, Wabup Gamalis Ingatkan Penggunaan Setiap Rupiah Tak Menyalahi Aturan

“Dalam proses pembersihan ini, kami memulai dari muara ke atas. Karena kalau dari atas ke muara, itu hanya akan mengurangi debit air, tapi aliran airnya tetap akan lambat,” jelasnya.

Hendra menegaskan, skema ini dijalankan sesuai dengan arahan Bupati Berau, Sri Juniarsih. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait