NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus melakukan upaya untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Hal ini dilakukan dengan menyusun rencana strategis hingga kebijakan untuk wacana penyaluran stimulan bagi para pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, langkah ini dilakukan Pemkab Berau guna menjaga stabilitas inflasi di Berau, yang mana pada periode Mei 2026 inflasi Berau terkendali di angka 2,88 persen secara tahunan atau y-on-y.
“Sektor UMKM ini harus diperkuat guna memastikan keberlangsungan usaha mereka di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini,” kata Gamalis.
EKONOMI KERAKYATAN SANGAT STABIL
Menurut Gamalis, perputaran ekonomi kerakyatan di Berau saat ini masih sangat stabil. Hal ini ditunjukkan aktivitas transaksi di pusat-pusat kuliner dan kerajinan lokal Berau masih ramai dikunjungi masyarakat, baik dari dalam maupun luar Berau.
Wacana penyaluran stimulan yang direncanakan untuk pelaku UMKM merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah. Rencananya, program permodalan ini akan dijalankan lewat kerja sama seluruh stakehoulder terkait.
“Rencananya kita akan libatkan perbankan hingga perusahaan swasta. Tapi kita akan lihat dulu bagaimana programnya dan tentunya akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.
UMKM TERUJI JADI MOTOR YANG KONSISTEN
Wabup Gamalis menilai bahwa sektor UMKM ini sudah teruji mampu tetap sehat dalam menghadapi berbagai macam guncangan dan tantangan pasar saat ini.
Hal itu dapat dilihat pada saat situasi ekonomi makro relatif lesu, justru pelaku UMKM di Berau teruji mampu menjadi motor penggerak utama yang paling konsisten dalam pergerakan ekonomi daerah.
“UMKM ini tahan banting di segala kondisi ekonomi. Kita dari pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan UMKM,” tuturnya. (*/adv)






