SAMARINDA – Sebanyak 829 orang ikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja kontruksi yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruan dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Provinsi Kaltim.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi bagi penyedia jasa dan tenaga kerja di bidang jasa kontruksi sangat penting. Sebab menurutnya tidak hanya sertifikasi saja tetapi juga menjadikan tenaga kerja yang disiapkan betul-betul sesuai kompetensinya.
“Selain itu sertifikasi ini sangat penting dimiliki oleh jasa kontruksi, agar memiliki posisi dan nilai tawar yang sangat baik berkaitan dengan kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar Rudy Mas’ud, Selasa (30/6).
Pihaknya juga memastikan, ke depan setiap proyek yang dikerjakan nantinya harus memenuhi standar konstruksi. Baik standar secara nasional bahkan hingga internasional.
Selain itu Rudy juga mengungkapkan, apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tentunya profesi jasa konstruksi masih sangat berpeluang besar. Apalagi sekarang pembangunan IKN masih berlanjut.
“Dan sekarang pembangunannya masih awal, seperti sekarang konstruksi yang dibangun adalah gedung lembaga legislatif dan lembaga yudikatif,” katanya.
Kemudian Kepala Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menambahkan bahwa dari 829 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut difokuskan untuk pelatihan sertifikasi tenaga ahli, lalu sertifikasi asesor, dan sertifikasi instruktur. Dari keseluruhan peserta ini terbagi pembiayaannya sekitar 329 peserta dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V, dan 500 peserta di biayai oleh APBD.
“Di tahun ini sebenarnya yang kita alokasikan untuk pembiayaan kegiatan ini sebanyak seribu orang dari APBD, tetapi sekarang masih setengah,” tuturnya.
Maka dari itu menurutnya tahun depan rencananya akan diselenggarakan dengan jumlah yang sama. Firnanda mengaku, kebutuhan profesi jasa konstruksi di Kaltim sebenarnya sangat banyak. Sebab tidak hanya soal penganggaran saja, tetapi juga jumlah asesor dan instruktur yang harus ditambah dan ditingkatkan.
“Kita berharap setelah mengikuti kegiatan ini mereka yang sudah tersertifikasi bisa lebih siap dalam menangani pembangunan-pembangunan yang ada di wilayah Kalimantan Timur,” pungkasnya





