NUSANTARA TERKINI — Di bawah semangat syukur menyambut Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb, gelaran Berau Ethno Carnival 2026 berlangsung semarak pada Sabtu (26/9/2026).
Mengambil rute dari halaman Kantor Sekretariat Daerah menuju Lapangan Pemuda, ajang ini menjadi panggung hangat yang memamerkan keindahan serta keberagaman budaya di Bumi Batiwakkal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, secara resmi membuka karnaval tersebut dengan pesan menyentuh mengenai pentingnya merawat persaudaraan dan warisan leluhur.
“Berau memiliki tiga suku asli, Banua, Dayak, dan Bajau, yang sejak dulu hidup berdampingan, saling mengisi, dan menjadi wajah jati diri daerah ini. Keberagaman ini bukan tembok pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan kita untuk membangun bersama,” ujar Gamalis.

Gamalis menilai, kerukunan dan kolaborasi antarsuku menciptakan suasana daerah yang kondusif, sejuk, dan aman.
Kondisi harmonis ini menjadi fondasi utama agar keberlanjutan pembangunan daerah dapat berjalan lancar serta dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia berharap pesta budaya tahunan ini tidak sekadar menjadi tontonan hiburan sesaat, melainkan menjadi momentum edukasi bagi generasi penerus untuk terus melestarikan kebudayaan daerah.
“Melalui pawai kreativitas ini, kita tidak hanya memamerkan busana dan tarian. Kita sedang mengajak diri sendiri, terutama generasi muda, untuk mencintai, mengenal, dan menjaga agar budaya kita tetap hidup, tumbuh, dan diteruskan,” katanya.
Gamalis juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau serta seluruh panitia dan peserta yang telah sukses menyelenggarakan ajang akbar ini.
“Selamat Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb. Semoga semangat kebersamaan ini terus dijaga untuk masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (*/Adv)





