NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan atensi khusus terhadap stabilitas harga pangan, utamanya yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Tentu, untuk menjaga kestabilan harga pangan tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan operasi pasar ketika harga kebutuhan pokok tersebut mengalami kenaikan.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, penguatan produksi pertanian dan perikanan lokal dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
“Potensi petani dan nelayan lokal perlu terus dioptimalkan agar mereka mampu berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” kata Wabup Gamalis.
Adapun, peningkatan produksi menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan pasar.
“Ketika pasokan lokal mampu memenuhi sebagian besar permintaan, tekanan akibat ketergantungan pada distribusi dari luar daerah diharapkan dapat dikurangi,” tuturnya.
Namun, peningkatan produksi saja belum cukup. Hasil pertanian dan perikanan juga harus didukung sistem distribusi yang efisien serta akses pemasaran yang memudahkan produsen lokal untuk bisa menjangkau konsumen.
Meski hasil produksi melimpah, belum tentu hal itu dapat tersalurkan secara optimal ke pasar. Jika tidak bisa ditangani secara baik, maka hal ini berpotensi memengaruhi kestabilan pasokan dan harga yang diterima masyarakat.
Karena itu, koordinasi lintas perangkat daerah perlu diperkuat untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan dengan baik, mulai dari tingkat produksi hingga distribusi ke pedagang dan konsumen.
Gamalis juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dengan instansi terkait, distributor, pedagang, serta pihak yang menangani urusan pangan.
“Langkah ini diperlukan untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan komoditas sekaligus mengantisipasi potensi gejolak pasar,” katanya.
Dengan demikian, upaya pengendalian harga pangan di Berau tidak hanya bersifat reaktif ketika terjadi lonjakan. Penguatan produksi lokal, kelancaran distribusi dan koordinasi antar pemangku kepentingan perlu berjalan beriringan agar ketersediaan pangan lebih terjamin dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (*/adv)






