Wabup Tagih Komitmen Perusahaan Soal Jaminan Reklamasi, Upaya Pemulihan Lingkungan dan Ekosistem Berau

diterbitkan: Senin, 22 Juni 2026 01:23 WITA
Salah satu kawasan eks pertambangan yang berhasil direklamasi di Berau (Dok: Voice of Indonesia)

NUSANTARA TERKINI – Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Berau, Gamalis kembali menyorot komitmen perusahaan-perusahaan dalam memberikan jaminan reklamasi lahan.

Dia meminta, perusahaan bisa serius dalam upaya pemulihan kondisi lingkungan, tidak hanya melalui skema Jaminan Reklamasi (Jamrek) namun juga Coorporate Social Responsibility (CSR). 

“Jamrek dan CSR adalah dua regulasi yang dibuat untuk menjamin kepentingan seluruh pihak. Perusahaan tetap bisa melakukan eksplorasi, namun masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan juga bisa mendapatkan jaminan pemulihan lingkungan,” jelas Gamalis. 

Baca juga  Bupati Sri Apresiasi Konsistensi Forkopimda dalam Mengawal Pembangunan Berau

Gamalis menyinggung soal beberapa lubang bekas galian tambang yang dibiarkan menganga dan mengancam keselamatan masyarakat di area tersebut. Menurutnya, sampai saat ini, tidak banyak bekas galian yang memiliki kejelasan skema pemulihan. 

Situasi tersebut, bahkan tidak hanya terjadi akibat aktivitas pertambangan illegal saja. Namun lubang-lubang yang dihasilkan korporat pun turut menjadi bukti nyata deforestasi di Bumi Batiwakkal.

Baca juga  Jelang Iduladha, Wabup Gamalis Tinjau Kesiapan Rumah Potong Hewan Gunung Tabur

“Kita menagih dengan tegas, komitmen mereka (perusahaan) untuk bertanggung jawab atas lubang-lubang hasil galian mereka,” tukasnya.

Sorotan tajam yang disampaikan Gamalis bukan tanpa alasan. Dari data yang dikantonginya, Kabupaten Berau duduk di posisi pertama sebagai daerah dengan deforestasi terluas di Kalimantan Timur, dengan total mencapai 19,2 ribu hectare. 

Dia juga mengkritik tajam, perilaku perusahaan yang hanya berorientasi pada keuntungan dengan mengeruk kekayaan alam Berau. Sementara saat diminta melakukan upaya pemulihan, justru menutup mata dan telinga. 

Baca juga  Pembersihan Drainase Mampet di Gunung Panjang, Wabup Gamalis: Ini Merupakan Respon Cepat Pemerintah

“Pada akhirnya, kita masyarakat lokal yang kena dampaknya. Bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor terus menghantui masyarakat kita,” tutupnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait