NUSANTARA TERKINI – Kestabilan harga pangan di Kabupaten Berau tidak hanya bergantung pada ketersediaan barang di pasar, tapi juga kelancaran distribusi hingga ke wilayah kampung.
Kondisi geografis daerah yang luas dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
Terhadap hal ini, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menekankan soal pentingnya langkah antisipatif untuk mencegah lonjakan harga bahan pangan yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Tentu pengawasan saja tidak cukup hanya dilakukan ketika harga pangan mulai naik,” kata Wabup Gamalis.
Ia menekankan bahwa pemantauan secara berkala perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendeteksi potensi gejolak sejak dini, sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.
Khususnya terhadap komoditas strategis yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti beras, telur, bawang, cabai, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
“Ini harus jadi perhatian kita, karena perubahan harga pada komoditas ini dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga,” tuturnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan perkembangan harga dan kondisi pasokan di pasar terpantau secara berkelanjutan.
Di sisi lain, distribusi menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Luasnya wilayah Berau dan jarak sejumlah kampung yang terbilang jauh dari pusat perdagangan berpotensi menimbulkan perbedaan harga antar daerah apabila penyaluran barang tidak berjalan lancar.
Dalam hal ini, koordinasi antar pihak sangat diperlukan agar kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat perdagangan tetap dapat terpenuhi dengan baik.
“Kelancaran distribusi harus berjalan beriringan dengan pengawasan harga dan ketersediaan barang,” katanya.
Dengan upaya ini, pemerintah daerah diharapkan dapat mengetahui lebih cepat apabila terjadi kenaikan harga maupun gangguan pasokan pada wilayah tertentu di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
Langkah ini penting agar kita dapat melakukan penanganan sebelum terjadi dampak yang semakin luas,” imbuhnya.
Harapannya, pengawasan yang dilakukan secara konsisten dan distribusi yang lancar dapat menjaga agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau oleh masyarakat. (*/adv)






